Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Harus Berkontribusi untuk Rakyat

📅 Jumat, 27 Agu 2021, 01:06 WIB | Oleh:
Riset Harus Berkontribusi untuk Rakyat Doc: koran jakarta/ Muhamad Ma’rup
Ket. Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional

JAKARTA - Kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, khususnya oleh lembaga pemerintah harus berkontribusi kepada masyarakat. Sebab dalam prosesnya, kegiatan tersebut dibiayai rakyat. Demikian disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, dalam perayaan ulang tahun ke-54 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Jakarta, Kamis (26/8).

"Anggaran dari rakyat yang diamanatkan kepada negara harus kita manfaatkan guna mendukung riset dan inovasi yang dikembalikan ke masyarakat," ujarnya. Dia mengatakan, konsistensi dan percepatan kegiatan riset sangat penting untuk efisiensi serta dan optimalisasi produk inovasi yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

Laksana mengakui, tidak seluruh kegiatan riset berhasil. Menurutnya, yang juga penting dari kegiatan riset adalah keberanian dalam mencoba sebagai dasar untuk keberhasilan riset itu sendiri.

"Riset tidak perlu menjadi sesuatu. Tapi kita selalu mendapat pengetahuan baru yang akan hidup sebagai aset pengetahuan guna menjawab tantangan-tantangan ke depan. Itulah filosofi pengembangan riset dan iptek," jelasnya.

Tahapan Riset

Lebih jauh Laksana menekankan, kegiatan riset harus mencapai tahapan scientifically well proven atau terbukti secara ilmiah. Sedangkan untuk kegiatan riset berada di hilir harus mencapai standar sesuai dengan regulasi otoritas yang berlaku seperti standarisasi Badan POM untuk obat dan makanan.

Dia menambahkan, kolaborasi dengan dunia usaha, industri, serta perguruan tinggi sangat penting untuk memenuhi tahapan-tahapan tersebut. Dengan begitu, produk-produk inovasi bisa memberi manfaat bagi warga.

"Lebih jauh lagi, bakal memberi dampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengatakan salah satu strategi riset adalah mengajak publik untuk terlibat dalam sains. Menurutnya, ke depan bakal banyak sekali social innovation atau ide serta gagasan dari publik.
"Itu akan banyak dicerna oleh para ilmuwan. Jadi, ilmuwan tidak berdiri sendiri," katanya.

Strategi lainnya, membuat penelitian dan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Hal ini harus diikuti proses yang lebih simple. Perubahan penyebaran ilmu pengetahuan dan kegiatan-kegiatan multidisiplin.

"Ilmuwan saat ini harus multidisiplin. Sedangkan ilmuwan yang asyik dengan pikiran sendiri masih model ilmuwan abad 20. Abad 21 multidisiplin, melihat juga aspek-aspek lain dan pengetahuan dari kolega dari disiplin berbeda," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...
Daerah
Kasus TPPO, Polda Pastikan ...
Nasional
Gempa M 5,6 Guncang Barat L...
Daerah
Polres Lombok Timur Pantau ...
Ekonomi
Rupiah Masih Rentan, 5 Agus...
Olahraga
Ajax Resmi Umumkan Kedatang...
Olahraga
Pertandingan Uji Coba Pramu...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.