Pep Guardiola, Pelatih Terbaik Sepanjang Masa
📅 Minggu, 23 Mei 2021, 23:33 WIB | Oleh: Tim PenulisKombinasi tangan dingin dia dan limpahan uang yang tidak henti mengalir dari pemiliknya di Abu Dhabi, telah mentransformasi City sebagai kekuatan elite sepak bola Eropa.
Dalam setahun ini saja, ketika hampir semua klub mengencangkan ikat pinggang, City malah bisa berbelanja sebanyak 100 juta pound (Rp2 triliun) untuk mendatangkan dua bek. Satu bek, yakni Nathan Ake, gagal bersinar, tetapi satunya lagi, Ruben Dias, menjadi kunci sukses City musim ini.
Dias turut mentransformasi City dan dianggap rekrutan baru Liga Inggris yang paling berpengaruh sejak Virgil van Dijk mentransformasi wajah Liverpool.
Tetapi bukan cuma uang Abu Dhabi yang membuat itu semua terjadi. Kejeniusan Guardiola yang telah menyulap City seperti adanya sekarang adalah juga faktor amat penting. Dia tak saja pandai memilih pemain dan meracik tim, tetapi juga jenius dalam mengelola klub-klub kaya. Kejeniusan inilah yang dibeli Abu Dhabi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika kebanyakan klub dibuat repot oleh absennya sejumlah pemain kunci dan belum lagi pandemi yang kadang merusak rancangan bermain karena tak jarang pemain-pemain kunci tak bisa bermain gara-gara disambar virus corona, Guardiola justru membangun tim yang merata kekuatannya, antara tim inti dan tim lapis keduanya, sehingga tak masalah menurunkan siapa pun ketika menghadapi siapa pun.
Memang sempat agak tertatih-tatih pada awal kompetisi, tetapi perlahan dia membangun City yang senantiasa jaya kendati merotasi pemain sekerap rotasi yang terjadi pada klub-klub lain. Tapi hasil rotasi Guardiola berbeda dengan rotasi klub-klub lain.
Kepiawaiannya dalam membangun tim kedua yang sama kuatnya dengan tim inti membuat dia disejajarkan dengan Alex Ferguson, Sir Matt Busby, Arsene Wenger, Bob Paisley dan Bill Shankly.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi dia, Vincent Kompany, David Silva dan Sergio Aguero boleh saja pergi atau memudar, tetapi dia dengan cepat menemukan penggantinya pada diri Dias, Phil Foden dan Ilkay Gundogan.
City bahkan dibuatnya menjadi juara Liga Inggris pertama yang juara tanpa memiliki striker murni. Ketika City memastikan juara liga, top skorer mereka adalah top skorer klub yang mengoleksi gol terendah sepanjang sejarah liga, yakni Gundogan dengan 12 gol.
Kaya improvisasi
Guardiola ahli dalam beradaptasi dengan kebutuhan era dan realitas lapangan. Dia tak kelimpungan tak mempunyai pemain depan yang bernaluri pembunuh atau bek baru gagal bersinar seperti Nathan Ake, karena dia memiliki prinsip tidak mau tergantung kepada seorang pemain atau segelintir pemain.
Lebih dari itu, dia kaya improvisasi dan sangat inovatif. Dan ini membuat timnya memiliki konsistensi yang tidak dimiliki klub-klub Liga Inggris lainnya.
Namun kecintaannya kepada improvisasi dan inovasi, membuat dia tak mau bertahan dengan rumus bermain yang itu-itu saja dari musim ke musim. Sebaliknya, setiap musim akan berbeda sehingga sikap, pola dan perlakuan pun seharusnya berbeda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!