Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Noskova, Kegemilangan Pemain Muda di Wimbledon

📅 Senin, 13 Jul 2026, 06:27 WIB | Oleh:
Noskova, Kegemilangan Pemain Muda di Wimbledon Doc: Henry NICHOLLS / AFP
Ket. Linda Noskova dari Republik Ceko berpose dengan trofi juara, Venus Rosewater Dish, setelah mengalahkan Karolina Muchova dari Republik Ceko dalam pertandingan final tunggal putri tenis pada hari ketiga belas Kejuaraan Wimbledon 2026 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, London barat daya, pada 11 Juli 2026.

LONDON - Petenis Ceko Linda Noskova membuktikan bahwa gelar juara Wimbledon tidak hanya ditentukan oleh kualitas pukulan, tetapi juga kekuatan mental. Kegemilangan petenis berusia 21 tahun itu bangkit dari ambang kehancuran untuk menundukkan kompatriot sekaligus sahabatnya, Karolina Muchova, 6-2, 5-7, 6-3 pada final tunggal putri di Centre Court, Minggu (12/7) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut menjadikan Noskova sebagai juara Wimbledon termuda sejak Petra Kvitova meraih gelar pertamanya pada tahun 2011. Dia juga menjadi petenis putri Ceko ketiga yang mengangkat trofi Venus Rosewater Dish dalam empat tahun terakhir.

Padahal, jalan menuju gelar nyaris berubah menjadi mimpi buruk. Saat unggul 5-2 di set kedua, Noskova tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk mengakhiri pertandingan. Namun, lima match point melayang sia-sia. Gugup mulai menguasai permainannya, bahkan sebuah double fault membuat Muchova mampu memperpanjang napas.

Muchova kemudian merebut lima gim beruntun untuk memaksakan set penentuan. Noskova tampak terpukul. Dalam perjalanan menuju kursinya, dia menutup telinga untuk mengabaikan riuh penonton sebelum meminta jeda ke kamar kecil.

Di sanalah titik balik itu terjadi. “Saya berkata kepada diri sendiri bahwa pertandingan dimulai lagi dari awal. Saya membasuh wajah dengan air dingin,” ujar Noskova. Namun, momen yang benar-benar mengubah pikirannya justru terjadi ketika dia melihat dua trofi Wimbledon di lorong menuju ruang ganti.

Dia melihat trofi itu dan berkata, “Saya tidak akan membawa pulang yang kecil. Saya akan membawa pulang yang besar.” Noskova sudah begitu dekat. Jika gagal, mungkin ini akan menjadi patah hati terbesar dalam hidup. Ddia bertekad meninggalkan seluruh jiwa di lapangan.

Ucapan itu menjadi bahan bakar kebangkitannya. Setelah berhasil mempertahankan servis pada gim pertama set ketiga, kepercayaan dirinya kembali pulih. Pukulan-pukulannya kembali akurat, pergerakannya lebih ringan, dan ketika memperoleh match point lagi pada kedudukan 5-3, lebih dari satu jam setelah kesempatan pertamanya, Noskova tidak lagi menyia-nyiakannya.

“Saya cukup berani mengatakan set ketiga mungkin akan berbeda jika saya kehilangan gim pertama. Setelah kehilangan lima gim berturut-turut di set kedua, awal yang baik menjadi sangat penting,” ucapnya.

Ketangguhan mental Noskova bukan muncul begitu saja. Dua tahun lalu ia kehilangan sang ibu, Ivana, akibat kanker. Pengalaman itu membentuk kedewasaannya. Di luar lapangan, Noskova dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Musim lalu dia menghabiskan sebagian masa libur kompetisi sebagai relawan di sebuah sekolah di Zanzibar dan mengaku pengalaman tersebut membuatnya lebih menghargai kehidupan.

Pecinta alam yang tumbuh di sebuah desa di tengah hutan Ceko itu bahkan telah merencanakan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi setelah pensiun dari tenis. “Semuanya terbayar. Saya tidak akan pernah melupakan dua pekan ini,” ujarnya.

Di kubu seberang, Muchova harus kembali menelan kekecewaan pada final Grand Slam. Setelah gagal di final Prancis Open 2023 melawan Iga Swiatek, petenis berusia 29 tahun itu kembali harus puas menjadi runner-up meski sempat menyelamatkan lima match point dan memaksa pertandingan berlanjut hingga set ketiga.

“Tentu saya membutuhkan beberapa hari untuk menerima kekalahan ini. Namun, mencapai final tetap merupakan pencapaian besar. Sebelum turnamen dimulai, saya pasti akan menerimanya,” ujar Muchova. Meski gagal meraih gelar Grand Slam pertamanya, Muchova menegaskan ambisinya belum padam.

“Impian saya adalah mengangkat trofi Grand Slam. Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi juga menjadi motivasi,” ujarnya. Menurut Muchova, kebangkitan di set kedua lahir dari keyakinan bahwa pertandingan belum berakhir meski berkali-kali berada di ambang kekalahan. “Saya terus percaya bisa membalikkan keadaan. Penonton memberi energi dan saya merasakan momentumnya. Sayangnya, semuanya lepas dari genggaman pada awal set ketiga,” tambahnya. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.