Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset PEI: Populasi Lebah Turun 57 Persen

📅 Selasa, 06 Apr 2021, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset PEI: Populasi Lebah Turun 57 Persen Doc: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Ket. Pembudi daya (kiri) menunjukkan sarang lebah miliknya kepada pembeli madu di Tanjungjabung Timur, Jambi, Rabu (9/9/2020).

Palembang - Riset Perhimpunan Entomologi Indonesia mengungkapkan fakta terbaru bahwa telah terjadi penurunan populasi lebah sebanyak 57 persen setelah dilakukan survei terhadap 272 peternak yang tersebar di sejumlah daerah.

Hasil Penelitian ini disampaikan dalam Lokakarya Bee and Polinator Awareness Day, dengan tema "Lebah, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan: Peluang dan Tantangan," yang digelar secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Seminar internasional yang masuk dalam rangkaian perayaan Hari Lebah Sedunia 2021 ini, menyimpulkan bahwa apa yang terjadi di dunia ternyata juga terjadi di Indonesia sehingga dibutuhkan langkah-langkah antisipasi dari berbagai pihak mengingat pentingnya kedudukan lebah dalam ekosistem.

Lebah berperan penting dalam ketahanan pangan dan kesehatan manusia, yakni sebagai penyerbuk tanaman yang berdampak langsung pada produksi pangan.

Baru-baru ini di Eropa dan Amerika dikejutkan oleh adanya fenomena penurunan populasi lebah secara besar-besaran, baik lebah yang diternakkan maupun lebah alami di alam.

Fenomena ini yang melatari PEI dilakukannya riset serupa di Indonesia pada 2020 yang melibatkan 272 responden (peternak) di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa, dan Maluku.

Sebagian besar responden menyatakan bahwa dugaan penurunan ini karena dampak dari perubahan iklim, ketersediaan pakan dan pestisida.

Kepala Pusat Kajian Sains Berkelanjutan dan Transdisiplin (CTSS) Damayanti Buchori mengatakan saat ini fenomena penurunan populasi lebah secara global merupakan fakta.

Di Indonesia memang belum ada penelitian mendalam mengenai fenomena ini, apakah terjadi atau tidak sehingga CTSS merasa perlu untuk melakukan studi lanjutan agar Indonesia bisa melakukan tindakan penyelamatan.

Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman IPB ini mengatakan studi ini nantinya menjadi studi pertama yang dilakukan dalam usaha mencari data tersebut.

Para riset awal PEI itu diketahui juga jumlah peternak lebah terus meningkat, dimana sebagian besar dari mereka baru memelihara lebah dalam kurun 3-5 tahun terakhir. Hampir setengah dari total peternak memperoleh koloni lebah pertama mereka dari alam liar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Antarjo Dikin mengatakan riset ini cukup menarik karena mengidentifikasi terdapat tiga faktor utama penyebab kematian lebah di nusantara, yaitu iklim (31 persen), sumber makanan (23 persen), dan pestisida (21 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mau Tujuh Belasan di Istana...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.