Kemenristek Dorong Swasta Mendanai Riset Lebih Banyak
📅 Jumat, 26 Mar 2021, 05:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Nasional (BRIN) mendorong peran atau keterlibatan swasta dalam mendanai serta melakukan penelitian dan pengembangan. Dengan begitu diharapkan ekosistem riset dan inovasi semakin berkembang di Tanah Air.
"Kalau kita ingin membangun ekosistem riset dan inovasi, sektor swasta yang harus terlibat lebih banyak lagi," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dalam seminar virtual (webinar) Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Indonesia, Jakarta, Kamis (25/3).
Menristek Bambang berharap para perusahaan memiliki semangat yang besar untuk berinvestasi dari titik awal dari riset dan pengembangan. Banyak perusahaan swasta tertarik dan terlibat dalam pengembangan vaksin Covid-19 karena juga melihat prospek bisnisnya. Mereka mendanai riset dan pengembangan vaksin tersebut.
"Merekalah (perusahaan) yang melakukan riset, dari mana dananya? Dari mereka sendiri. Kenapa mereka mau keluarkan dana untuk pengembangan risetnya karena mereka tahu profit yang akan diciptakan. Jadi saya ingin kembalikan semangat kita untuk melakukan riset dan inovasi di Indonesia ini in line (sejalan) dengan yang namanya proses bisnis yang normal dalam bidang farmasi dalam bidang alat kesehatan," ujarnya.
Dukungan Kebijakan
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Indonesia juga mendukung partisipasi swasta yang lebih besar di dunia riset. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah kebijakan tentang super tax deduction.
Jika hanya mengandalkan dana dari pemerintah maka ada keterbatasan. Untuk itu, perlu peran swasta yang lebih dominan untuk menumbuhkembangkan ekosistem riset dan inovasi dan menghasilkan produk inovasi unggulan yang menjawab kebutuhan pasar dan masyarakat.
"Kita harapkan trigger-nya (pemicu) datang dari sektor swasta. Itu yang menurut saya akan membuat iklim riset dan inovasi akan lebih bergairah," tutur Menristek.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bambang mengatakan perlu sinergi triple helix yang kuat untuk mewujudkan ekonomi berbasis inovasi di Indonesia. Untuk menuju innovation driven economy (ekonomi berbasis inovasi) termasuk di bidang kesehatan diperlukan sinergi yang kuat antara tiga pihak (akademisi, dunia swasta/industri, pemerintah).
"Ini yang masih kurang berjalan dengan baik di Indonesia selama ini," kata Menristek.
Menristek menuturkan sinergi antara peneliti dengan dunia industri sebenarnya adalah kunci dari keberhasilan mendorong kegiatan riset yang kemudian berujung pada inovasi yang bisa membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Dalam sinergi itu, pemerintah tentunya harus selalu berupaya agar pihak akademisi dan industri benar-benar bisa saling berkomunikasi, berinteraksi, dan akhirnya bisa melahirkan inovasi yang dibutuhkan masyarakat.
"Memang inilah jantung dari lahirnya riset dan inovasi di Indonesia, kemauan kita untuk menjalankan proses triple helix dengan baik," tutur Menristek. Ant/N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!