Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Direksi Baru BPJS Bertekad Mengurai Antrean di Fasilitas Kesehatan

📅 Selasa, 02 Mar 2021, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Direksi Baru BPJS Bertekad Mengurai Antrean di Fasilitas Kesehatan Doc: Istimewa
Ket. Direksi BPJS Kesehatan

JAKARTA- Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan direksi yang baru akan fokus dalam peningkatan kualitas layanan salah satunya dengan mengurai antrean di fasilitas kesehatan.

"Kita ingin meningkatkan kualitas layanan, customer journey, dengan fokus mengurangi antrean," kata Ali Ghufron dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta pada Selasa (2/3).

Menurut Ali Ghufron, salah satu cara untuk melakukan hal tersebut dengan membangun dan menguatkan inovasi sistem manajemen informasi online atau daring.

Menurutnya ada tiga pihak yang berperan dalam kesuksesan hal tersebut yaitu BPJS Kesehatan dengan Dewan Pengawas, fasilitas layanan kesehatan dan Kementerian Kesehatan, serta masyarakat secara umum.

Dia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan mengembangkan inovasi daring itu, yang akan digunakan oleh fasilitas layanan kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan masyarakat yang menggunakannya setelah dilakukan sosialisasi.

Targetnya sudah jelas, tegas Ali Ghufron, yaitu mengurangi waktu tunggu layanan bagi peserta BPJS Kesehatan.

"Jadi dengan sistem inovasi itu, katakanlah dengan HP, dia bisa tahu kapan kira-kira layanan mau diberikan, sehingga bisa dihitung perjalanan dari rumah berapa lama. Tapi itu perlu edukasi publik," tegasnya seperti dikutip dari Antara.

Dia juga mempertimbangkan inovasi pengenal wajah dengan teknologi artificial intelligence, sehingga mempermudah verifikasi peserta.

Selain inovasi, Direksi BPJS Kesehatan 2021-2026 juga fokus ingin memperluas kepesertaan dan mempertimbangkan alternatif pendanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dia memberi contoh adanya opsi filantropi dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) selain juga pilihan bekerja sama dengan berbagai lembaga.

"Kita berharap tidak hanya di BPJS keseluruhan tapi juga orang-orang atau perusahaan-perusahaan bisa berkontribusi terhadap alternatif inovasi pendanaan, di samping kita memperkuat bagaimana peserta yang bukan penerima upah atau sektor informal itu bisa meningkat jumlahnya," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Verifikasi Calon Penerima P...
Daerah
BPBD Cilacap: Dua Desa Terd...

Pascagempa 6,7 Sulteng Bantuan Dialirkan ke Pengungsi

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pascagempa 6,7 Sulteng Bant...

KPK Sita Aset Milik Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
KPK Sita Aset Milik Bupati ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.