LIPI Perkuat Riset dengan Menambah Peneliti S3
📅 Senin, 28 Des 2020, 12:36 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
JAKARTA - Sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian penting dalam manajemen atau tata kelola riset dan inovasi. Untuk itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berencana menambah jumlah peneliti berkualifikasi strata-3 (S3) atau doktor.
"Kami ingin melanjutkan rekruitmen SDM peneliti yang berkualifikasi S3 tahun depan," kata Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, di Jakarta, Sabtu (26/12).
Handoko menjelaskan komitmen LIPI menjadikan SDM sebagai modal utama dalam transformasi manajemen riset utama dengan persentase sebesar 75 persen. Untuk menambah jumlah peneliti berkualifikasi S3, pihaknya juga mengajak para peneliti diaspora untuk ikut bergabung.
"Untuk itu kami mengundang rekan-rekan diaspora untuk bergabung," jelasnya.
Sumber Transformasi
Lebih jauh Handoko menyampaikan LIPI mewajibkan para penelitinya berkompetisi untuk mendapatkan dana riset eksternal. Hal ini dilakukan agar riset tidak menjadicall centertetapi menjadirevenue center,meskipun bukanprofit center, termasuk memperoleh devisa negara apabila mendapatgrantdari luar negeri.
Selain SDM, kata Handoko, ada beberapa sumber lain yang mendukung transformasi manajemen riset. LIPI menjadikan infrastruktur riset dan tata kelola anggaran sebagai sumber daya pendukung riset.
"Manajemen riset ini mencakup tiga sumber daya pendukung riset utama yaitu SDM Riset sebagai modal utama 75 persen, infrastruktur riset, dan tatakelola anggaran," jelasnya.
Handoko menjelaskan bahwa LIPI mengubah fokus anggaran ke belanja modal yang bersifat jangka panjang yaitu infrastruktur riset. Adapun untuk biaya pemeliharaan dan operasional infrastruktur berasal dari proses optimalisasi infrastruktur dan konten.
Dia menilai implementasi konsep tersebut membuat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak tersedot untuk biaya pemeliharaan. Konsep tersebut sekaligus menambah nilai ekonomi negara dan menciptakan peluang-peluang ekonomi baru, termasuk pada pengelolaan kapal riset dan kebun raya.
"Di kebun raya misalnya, bukan hanya infrastruktur yang bagus tapi juga kontennya. Inilah yang kita kerjasamakan dengan mitra profesional dari pihak swasta," tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan pandemi Covid-19 melahirkan ribuan penemuan dan inovasi oleh perguruan tinggi. Lebih dari 1.600 penemuan dan inovasi lahir di tengah pandemi Covid-19.
Pengabdian pada masyarakat juga tak surut di tengah pandemi. KKN tematik perguruan tinggi dan program mahasiswa mengajar mendampingi siswa selama pandemi. Dengan semangat gotong royong, pembelajaran yang dilakukan di rumah dapat berlangsung baik melalui pendampingan dari para mahasiswa.
Begitu juga pembelajaran di perguruan tinggi, yang pada tahun ini bertransformasi dari konvensional ke digital. "Tidak sampai satu bulan, kami beradaptasi 100 persen dengan menggunakan teknologi dalam pembelajaran," terang dia. n ruf/N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!