MU Ingin Bangkit di Liga Inggris
📅 Sabtu, 12 Des 2020, 13:29 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: PAUL ELLIS / AFP
LONDON - Setelah tersingkir di penyisihan grup Liga Champions, Manchester United (MU) dihadapkan dengan laga berat saat harus melakoni derby melawan Manchester City pada lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (13/12) dini hari WIB.
Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer berjuang keras musim lalu hanya untuk lolos ke Liga Champions. Mereka memiliki satu kaki di babak sistem gugur setelah kemenangan tandang melawan Paris Saint-Germain (PSG) diikuti dengan menaklukkan Leipzig 5-0 di Old Trafford.
Namun, kekalahan mengejutkan saat bertandang ke Istanbul Basaksehir membuat Langkah MU menjadi sulit. Kekalahan kandang dari PSG diikuti oleh kekalahan 3-2 dari Leipzig yang membuat mereka tersingkir dari kompetisi. MU sekarang harus bertanding di di Liga Europa, kompetisi lapis kedua Eropa, yang mereka menangkan pada 2017.
Juara Eropa tiga kali masih melihat diri mereka sebagai bangsawan di benua Eropa. Tapi catatan selama satu dekade terakhir terlihat suram.
Sejak final 2011, saat mereka dikalahkan oleh Barcelona, jarak terjauh yang mereka capai adalah perempat final Liga Champions pada 2014 dan 2019. MU hanya memenangkan dua pertandingan sistem gugur di Liga Champions dalam 10 musim.
Solskjaer mengatakan dirinya bertanggung jawab atas tersingkirnya MU di tangan Leipzig. Tim asuhannya tertinggal 3-0 sebelum melakukan kebangkitan yang terlambat dan akhirnya tanpa hasil. "Kami tidak tampil cukup baik sebagai tim dan itu selalu menjadi tanggung jawab pelatih, untuk membuat semua orang siap," ujarnya.
"Kami tahu mereka akan menyerang kami, kami tahu mereka akan memberikan umpan silang ke dalam kotak dan sayangnya kami kebobolan dua gol dan kami tidak pernah bangkit," sambungnya.
Kekalahan dan kegagalan itu menunjukkan masalah yang dihadapi MU. Mereka tampak tidak teratur di lini belakang setelah beralih menggunakan formasi lima bek dan dikalahkan oleh semifinalis musim lalu, Leipzig, di babak pertama.
Kapten Harry Maguire mengatakan para pemain harus melihat diri mereka sendiri. "Ini grup yang sulit tapi kami merasa kami harus lolos," ujarnya kepada BT Sport. "Itulah standar klub ini. Saya bersyukur untuk semua orang, kami bekerja sangat keras untuk mencapai kompetisi ini. Tidak peduli grup apa yang kami dapatkan, itu akan sulit. Kami harus berbuat lebih banyak," sambungnya.
Mantan pemain MU Rio Ferdinand dan Paul Scholes, yang merupakan bagian penting dari tim asuhan Ferguson, yakin klub berjuluk "Setan Merah" itu membutuhkan lebih banyak rencana.
"Saya pikir Manchester United perlu memiliki rencana, strategi bermain secara konsisten, sehingga para pemain bisa mulai membangun hubungan berdasarkan ingatan, berdasarkan mengetahui di mana orang-orang akan berada di lapangan," ujar Ferdinand kepada BT Sport.
Klub tetap berkomitmen pada Solskjaer. Performanya sebagai pemain MU sejauh ini mempertahankan dukungan bagus dengan fans. Namun, ada perasaan bahwa MU kini hanya satu atau dua pertandingan jelang terpuruk ke dalam krisis. Sementara spekulasi tentang masa depan pelatih asal Norwegia itu tidak pernah hilang sepenuhnya.
Satu kebiasaan praktis yang dimiliki Solskjaer adalah kemampuannya untuk mendapatkan hasil besar setelah mengalami kekecewaan besar. Dia memiliki kesempatan untuk mengalihkan narasi lagi pada hari Sabtu (12/12) di Old Trafford melawan Manchester City.
Jaga Momentum
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!