Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Asuransi Jiwa Hadapi Tantangan Luar Biasa

📅 Jumat, 25 Sep 2020, 20:12 WIB | Oleh:
Asuransi Jiwa Hadapi Tantangan Luar Biasa

JAKARTA - Berbagai usaha tahun ini mengalami kepenatan, tak terkecuali asuransi jiwa. "Tantangannya luar biasa. Para pemangku sepakat belum pernah mengalami masa seperti ini, walau ini tidak hanya dialami asuransi dan bukan hanya untuk Indonesia," ujar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI), Budi Tampubolon, ketika memaparkan kinerja asuransi jiwa secara virtual di Jakarta, Jumat (25/9).

Hal itu terlihat juga dari penurunan polis sampai 8,1 persen. Dia menambahkan, PDB semester satu turun. Asuransi jiwa juga turun. Menurutnya, 60 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI sudah mengupayakan terbaik kepada stake holder, nasabah, tenaga pemasar, dan regulator di masa sulit ini seperti premi hanya turun 2,5 persen. "Kami masih mampu memberi kontribusi lumayan positif, di atas rata-rata nasional," seru Budi.

Di tengah ekonomi melambat karena pandemi, industri asuransi tetap komitmen turut menyejahterakan masyarakat dan mendorong ekonomi nasional. Selain itu, juga diungkapkan, total aset dan investasi juga turun. "Hal ini berkaitan dengan kondisi makro dan pasar modal," kata Budi. Tapi, menurutnya, kalau semester satu tahun ini dibelah menjadi Q1 dan Q2, asuransi pada Q2 jauh lebih baik. Pada Q1 pendapatan investasi negatif 47 triliun rupiah. Tetapi pada Q2 sudah positif 26 triliun rupiah.

Budi meneruskan, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim terkait Covid-19 sebesar 216 miliar rupiah untuk 1.642 polis. Sebesar 1.578 di antaranya merupakan klaim produk asuransi kesehatan dengan nilai 200 miliar rupiah atau hampir 93 persen total klaim.

Lebih jauh diungkapkan, di masa sulit ini, industri asuransi jiwa merasa bersyukur dapat meringankan beban masyarakat melalui pembayaran klaim kepada nasabah yang tersebar di wilayah Indonesia. Bahkan ada yang berada di luar negeri seperti Singapura dan Amerika Serikat.

"Kami mengimbau seluruh nasabah untuk tetap menjaga polis perlindungan jiwa dan kesehatannya tetap aktif di tengah pandemic. Jangan melakukan surrender atau pemutusan kontrak asuransi, agar tetap dapat memiliki proteksi asuransi jiwa," tukas Budi. wid/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Alhamdulillah
    Kereeennn
  • Makau Berbenah, Rencana Pembangunan Terpadu Siap Ubah Wajah Ekonomi Kota
    Preview komentar:
    Langkah Makau untuk mempercepat pembaruan perkotaan menjadi kota ...
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
IHSG Hari Ini Menguat! Naik...
Ekonomi
Dari Kampus ke Pasar Global...
Daerah
AirNav Indonesia Tuntaskan ...
Megapolitan
Pramono Dorong Kolaborasi T...
Subsidi Motor Listrik Bergulir Lagi September, Mau Beli Motor Listrik Subsidi Rp5 Juta? Lirik Merek-merek Berikut

Subsidi Motor Listrik Bergulir Lagi September, Mau Beli Motor Listrik Subsidi Rp5 Juta? Lirik Merek-merek Berikut

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.