Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pontianak Alami Kepekatan Kabut Asap Super Ekstrem, Orangtua Tak Rela Anaknya Sekolah, Minta PJJ

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 10:32 WIB | Oleh:
Pontianak Alami Kepekatan Kabut Asap Super Ekstrem, Orangtua Tak Rela Anaknya Sekolah, Minta PJJ Doc: ist
Ket. karhutla makin parah

PONTIANAK – Saat ini, udara Pontianak benar-benar ekstrem kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tak mau anak-anaknya sakit, para orang tua murid di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) berharap Dinas Pendidikan setempat meliburkan atau menerapkan proses PJJ (pelajaran jarak jauh) alias belajar daring.

"Dalam tiga hari ini asap mulai pekat. Hari ini juga. Sebelumnya sempat libur, sudah masuk lagi. Kalau kondisi mulai pekat lagi, saya berharap kembali sekolah diliburkan atau belajar dari rumah saja secara daring," kata satu orang tua murid siswa kelas 2, MIN 4 Pontianak, Rahmawati di Pontianak, Jumat.

Ia menambahkan, dengan kondisi kabut asap seperti, pihaknya sangat mengkhawatirkan kondisi anaknya. Menurutnya udara yang tidak baik yang diselimuti asap berpotensi membuat anak terkena infeksi saluran pernapasan akut (AKUT) dan penyakit lainnya.

"Kita tahu anak-anak di sekolah pasti bermain di luar dan belum mengerti betul asap itu berbahaya. Jadi kami harap Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait mengeluarkan kebijakan untuk sementara bisa meliburkan atau belajar secara daring, " harap dia.

Pada Agustus 2026, kabut asap mulai melanda sejumlah daerah di Kalbar termasuk di Kota Pontianak. Kabut asap dampak dari kebakaran lahan di sejumlah daerah.

Sebanyak 3.759 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan pada 20 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Data yang bersumber dari BPBD Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan BMKG tersebut menunjukkan, dari total titik panas yang terdeteksi, sebanyak 224 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 3.389 titik kepercayaan menengah, dan 146 titik kepercayaan rendah.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.795 titik. Selanjutnya Sanggau sebanyak 466 titik, Landak 268 titik, Kubu Raya 254 titik, Kayong Utara 200 titik, dan Melawi 190 titik.

Kemudian Sekadau tercatat 150 titik, Kapuas Hulu 126 titik, Sintang 111 titik, Bengkayang 95 titik, Sambas 59 titik, Mempawah 44 titik, serta Singkawang 1 titik. Sementara itu, Kota Pontianak tidak terdeteksi titik panas pada periode pemantauan tersebut.

Deteksi titik panas dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang terpasang pada sejumlah satelit, yakni NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Satelit tersebut mendeteksi adanya anomali suhu panas dibandingkan kondisi di sekitarnya.

Sedangkan untuk kualitas udara di Kota Pontianak terpantau berada pada kondisi yang sangat buruk. Berdasarkan data IQAir, indeks kualitas udara (AQI⁺ US) Pontianak mencapai 491 pada pukul 09.00 WIB, Kamis, 21 Agustus 2026.

Angka tersebut masuk dalam kategori “Berbahaya” (Hazardous). Pada kondisi seperti ini, kualitas udara tidak hanya menjadi perhatian bagi kelompok rentan, tetapi berpotensi memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat secara umum.

Dalam data IQAir tersebut, PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi mencapai 321 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan terhadap partikel halus dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan berdampak pada kesehatan jantung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pimpinan Baru Polri Resmi Dilantik

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pimpinan Baru Polri Resmi D...

Masker Selam HUD yang Menampilkan Data Tepat di Depan Mata

45 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Masker Selam HUD yang Menam...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.