Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Bersiap Hantam Iran dengan Sanksi Ekonomi Terberat Sepanjang Sejarah

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 08:39 WIB | Oleh:
AS Bersiap Hantam Iran dengan Sanksi Ekonomi Terberat Sepanjang Sejarah Doc: Antara foto/Anadolu
Ket. Arsip - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, (28/5).

WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan AS akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran sebagai bagian dari isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia.

"Tekanan ekonomi ini berarti kami akan melibatkan semua sekutu kami dan ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia," kata Bessent kepada media ekonomi CNBC.

Bessent mengatakan AS akan "menawarkan" kepada negara-negara sekutunya untuk memilih apakah mereka akan bersama AS atau melawan AS.

"Jika Anda bersikeras melakukan transaksi dengan mereka (Iran), baik itu mentransfer uang, membeli minyak mereka, atau mereka melakukan transfer melalui kapal laut, maka Departemen Keuangan AS dan Pemerintah AS akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaan untuk menindak kalian," katanya.

Bessent melanjutkan bahwa sudah saatnya bagi sekutu AS dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan.

"Dan kami akan menghancurkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuasaan melalui antek-anteknya. Dengan demikian, hal itu berarti mereka (Iran) tidak akan bisa membayar tentara, dan kita akan menghadapi inflasi yang signifikan, baik inflasi harga pangan maupun inflasi umum di Iran," kata Bessent.

Kepada wartawan di Gedung Putih, dia mengatakan langkah-langkah ekonomi akan membuat harga minyak turun lebih cepat dari harga lebih tinggi akibat "kemacetan" di Selat Hormuz.

AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata pada April dan menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada 17 Juni, yang menandai dimulainya negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, pembicaraan itu terhenti karena ada ketidaksepakatan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu rute paling strategis di dunia bagi pasokan dan perdagangan energi global.

AS dan Iran juga baru-baru ini kembali saling melancarkan serangan militer. AS menyerang sasaran-sasaran di wilayah Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer milik AS yang berada di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga derita segera berlalu
    Hadir untuk negeri.
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
SIM Keliling Buka di 5 Loka...
Olahraga
Satu Rintangan Berat Asal K...
Olahraga
Alcaraz Pulih dari Cedera, ...
Selamatkan Anak Didik dari Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Diminta Belajar secara Daring

Selamatkan Anak Didik dari Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Diminta Belajar secara Daring

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.