Gulung Penggulung Nomor Satu Dunia dan Unggulan Pertama, Alwi Farhan Siap Mati-matian Hadapi Chou Tien Chen
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 07:25 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
NEW DELHI – Shi yu qi adalah pemain nomor satu dunia dan unggulan pertama kejuaraan dunia BWF 2026, tapi berhasil digulung wakil India, Ayush Shetty. Namun kehebatan Ayush berhasil digulung wakil Indonesia Alwi Farhan. Di sisi lain, Jonatan Chistie malah keok lawan pemain veteran.
Usai melangkah ke babak 8 besar, Alwi siap mati-matian menghadapi pemain senior yang masih sangat prima penampilannya, Chou Tien Chen. Pemain Taiwan ini memulangkan pemain Jepang Yushi Tanaka dengan dua gim langsung 21-14, 21-9.
Alwi Farhan menjaga asa tunggal putra Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah melaju ke perempat final dengan mengalahkan wakil tuan rumah Ayush Shetty di New Delhi, India, Kamis.
Unggulan ke-11 itu menang dua gim langsung 21-19, 21-11 dan menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tersisa setelah Jonatan Christie terhenti pada babak 16 besar.
"Saya sangat senang bisa menang sekaligus membalas kekalahan dari dia. Sekarang sudah sampai delapan besar, tetapi masih ada pertandingan berikutnya,” ujar Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Situasi ini cukup rumit karena ada peluang mendapatkan medali, tetapi saya tidak ingin terbebani ekspektasi sendiri," katanya menambahkan.
Alwi mampu mengatasi tekanan bermain di hadapan pendukung tuan rumah, terutama pada gim pertama yang berlangsung ketat sebelum diamankan dengan skor 21-19.
Pada gim kedua, pemain berusia 21 tahun itu semakin menguasai pertandingan dan membatasi Ayush hingga 11 poin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alwi mengatakan tekanan bermain di kandang justru menjadi situasi yang berusaha dimanfaatkannya untuk mengambil kendali pertandingan.
"Saya tahu dia merasakan tekanan karena bermain di kandang dan situasi seperti itu tidak pernah mudah. Saya juga pernah mengalaminya. Karena itu, saya mencoba memanfaatkan keadaan tersebut untuk menambah semangat dan menguasai pertandingan," ujarnya.
Dukungan penonton kepada Ayush juga tidak mengganggu konsentrasi Alwi sepanjang pertandingan.
"Saya mencoba tidak terpengaruh dengan dukungan penonton untuk Ayush. Ketika dia bermain di Indonesia, mungkin dia juga akan merasakan hal yang sama. Itu bagian dari olahraga. Bermain di kandang lawan harus dijadikan tantangan," kata Alwi.
Sementara itu, langkah Jonatan terhenti setelah unggulan ketiga tersebut kalah dari Rasmus Gemke asal Denmark dengan skor 21-11, 13-21, 18-21.
Alwi selanjutnya akan menjalani laga perempat final dengan peluang memastikan medali apabila mampu meraih satu kemenangan lagi atas Chou Tien Chen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!