Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Anggaran Kemenhan pada 2021 Ditambah

28 Jumat, 14 Agu 2020, 23:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggaran Kemenhan pada 2021 Ditambah Anggaran Kemenhan pada 2021 Ditambah Doc: Istimewa
Ket. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA- Pemerintah mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Pertahanan sebesar 136,99 triliun rupiah dalam RAPBN tahun anggaran 2021, naik dibandingkan tahun ini yang sebesar 117,9 triliun rupiah.

"Kebutuhan Kementerian Pertahanan dalam rangka alutsista dan terutama juga untuk maintenance, itu adalah catching up dari kebutuhan yang selama ini. Jadi kami dalam hal ini tidak melihat sebagai sesuatu deviasi yang sangat besar," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Jumat (14/8).

Ia mengatakan anggaran yang dialokasikan untuk Kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu diharapkan juga mampu mendukung industri strategis nasional.

"Dalam Kemenhan ini penekanan kita adalah kemampuan mereka untuk mengeksekusi belanjanya. Seperti Bapak Presiden meminta agar belanja Kemenhan dapat meningkatkan industri-industri strategis yang dimiliki Indonesia," kata Menkeu.

Dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun 2021, disebutkan belanja Kemenhan terbagi dalam tujuh program, yakni program penggunaan kekuatan sebesar 4,4 triliun rupiah, program profesionalisme dan kesejahteraan prajurit 11,42 triliun rupiah.

Kemudian, program kebijakan dan regulasi pertahanan sebesar 35,4 miliar rupiah, program modernisasi alutsista, non alutsista dan sarpras pertahanan 42,65 triliun rupiah, program pembinaan sumber daya pertahanan 1,6 triliun rupiah.

Lalu, untuk program riset, industri, dan pendidikan tinggi pertahanan sebesar 543,8 miliar rupiah dan program dukungan manajemen sebesar 76,28 triliun rupiah.

Dalam RAPBN tahun 2021 juga disebutkan pendapatan BLU Kementerian Pertahanan ditargetkan sebesar 3,09 triliun rupiah, turun 2,6 persen dari proyeksi tahun 2020 sebesar 3,17 triliun rupiah.

Target tahun 2021 itu disusun berdasarkan pertimbangan masa transisi dari penerapan program lama ke program baru serta akibat adanya pandemi Covid-19 yang berpengaruh besar pada penurunan jumlah pasien sehingga berdampak terjadinya penurunan pendapatan rumah sakit.uyo/E-9

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Ekonomi
Salah Tata Kelola BUMN Picu...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.