Chairul Anwar Nidom : Pemerintah Perlu Meminta Virus Covid-19 untuk Penelitian
📅 Sabtu, 29 Feb 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisApakah respons kita cukup cepat, mengingat penerbangan ke dan dari Tiongkok baru ditutup awal Februari?
Sistem birokrasi di dalam membuat respons lama. Orang-orang kementerian pintar-pintar, tapi tidak semua pengambil keputusan. Mereka tidak berani, jadi hanya bisa menunggu. Padahal orang yang kemarin tertular, hari ini belum terlihat di scanner bandara. Gejala muncul dalam 14 hari pasca-infeksi.
Bila wabah Covid-19 terjadi di Indonesia, apakah kita siap melakukan karantina?
Kalau ada outbreak bagaimana mencegah orang terinfeksi menjadi sumber penularan. Semua orang takut bahaya. Negara harus membekali dengan SOP yang harus ditaati. Problem terbesar kita adalah mentaati aturan yang ditetapkan, semboyannya aturan ada untuk dilanggar.
Kesiapan fasilitas kesehatan?
Dasarnya kita siap. Rumah sakit rujukan itu jangan hanya di kota besar. Kalau bicara Indonsesia hanya Jawa, kita berdosa dengan yang di pulau-pulau. Saya usulkan, mendirikan isolator tidak hanya di RS rujukan. Semua daerah yang dianggap berisiko perlu. Sekarang isolator tidak mahal, bisa dibangun dengan kontainer di rumah sakit kecil, dengan sistem bio safety level 3. Bisa ditempelkan ke bangunan rumah sakit biayanya tidak sampai satu miliar.
Sesulit apa menemukan virus Covid-19?
Sama sekali tidak. Kami sudah punya platformnya saat menemukan vaksin flu burung. Kalau kita dapat virus yang high patoghenic maka kita harus menerapkan reverse genetic, untuk mengubah sit vaksin menjadi low patoghenic atau menggunakan platform knock out. Bahkan tanpa virusnya, asal pemerintah bersedia, bisa kita buat struktur DNA buatannya, untuk diterapkan knock out. Saya sudah punya strukturnya, di dunia sudah ada. Jadi bisa, tergantung pemerintah saja. Memang lebih baik menggunakan struktur DNA virus asli karena karakternya lebih mudah ditentukan.
Apa salahnya melobi mereka, kerja sama juga erat apalagi Tiongkok. Kalau yang dipikirkan takut dana, terus ya tidak jalan. Untuk menemukan vaksin, virus adalah sumbernya. Tatkala menginfeksi akan menimbulkan antibodi. Kalau pemerintah berhasil minta, apakah dari virus WNI di Singapura dengan yang di kapal pesiar sama. Apakah antara mereka sama, atau bahkan sejenis dengan yang di Wuhan. Soal dana relatif, nomor sekian, yang penting harus ada virusnya.

N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!