Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Izin Penelitian Asing Lebih Dipermudah

📅 Kamis, 06 Feb 2020, 08:38 WIB | Oleh:
Izin Penelitian Asing Lebih Dipermudah Doc: ISTIMEWA
Ket. IFOTO BERSAMA | Menristek, Bambang Brodjonegoro (tengah) foto bersama usai acara Science Attache Group Meeting di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Pusat pada Rabu (5/2).

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/KaBRIN), Bambang Brodjonegoro memastikan waktu untuk mendapatkan perizinan penelitian asing (foreign research permit) menjadi lebih singkat, sederhana dan progresif. Izin penelitian atau riset untuk mitra Internasional ini dapat diperoleh selama maksimal lima belas (15) hari sebelum peneliti asing tersebut datang di Indonesia.

"Kami meyakini bahwa perbaikan pelayanan izin penelitian asing yang lebih cepat dan efisien dapat dilakukan, karena mekanisme dan prosedur pengeluaran izin penelitian asing saat ini seratus persen di bawah kontrol Kementerian kami," ujar Bambang, dalam acara Science Attache Group Meeting di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Saat ini kata Bambang, izin penelitian asing sudah sepenuhnya dilakukan secara online melalui situs https:// frp.ristekbrin.go.id/. Izin penelitian asing, lanjut ia, dapat direkomendasikan lebih cepat apabila sudah ada kerjasama bilateral antar Pemerintah dari negara peneliti asing tersebut, dalam kerangka kerjasama bilateral (Government to Government atau G to G)

Bambang menyebut di beberapa negara lain bahkan bisa mencapai beberapa minggu atau beberapa bulan untuk bisa mendapatkan izin penelitian. Ia memastikan pihaknya juga sudah mengakomodir masukanmasukan positif maupun negatif atas pelayanan izin penelitian asing, sehingga kami berupaya menyederhanakannya dan mempercepat waktu prosesnya.

"Proses perizinan yang lebih cepat ini dapat dilakukan karena dalam kerja sama G to G di bidang riset Kemenristek/BRIN dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab dalam kerja sama tersebut adalah pihak yang dapat dipercaya," jelasnya.

Bambang juga membuka kesempatan kepada pihak kedutaan yang telah melaksanakan kerja sama G to G dalam bidang riset untuk terbuka memberikan masukan. Menurutnya, pihaknya akan selalu mendengar keluhan atau hambatan dalam pelaksanaan riset dan pergerakan peneliti selama melaksanakan riset di seluruh Indonesia.

"Apabila ada masalah dalam kolaborasi ini Anda dapat memberi tahu kami karena ini tanggung jawab kami untuk memastikan semuanya lancar dalam melaksanakan penelitian di Indonesia dan juga tentang pergerakan peneliti di antara dua negara," ujarnya. ruf/AR-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Warga Sambut Program Diskon PBB dari Pemkot Bandung

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Warga Sambut Program Diskon...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan TPST...
Daerah
Pemkot Bandung Segel Videot...

Satpol PP Kota Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Satpol PP Kota Bandung Tert...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.