Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perguruan Tinggi Berbasis Riset

📅 Sabtu, 27 Jul 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pengembangan kultur penelitian dan pengembangan di PT mustahil dilakukan tanpa membongkar sistem birokrasi yang centang perenang, tumpang tindih dan merepotkan, alih-alih memudahkan. Mendorong civitas academica terutama para dosen agar giat meneliti tidak dapat hanya dengan memberlakukan sistem kenaikan jabatan dan angka kredit.

Untuk menghasilkan publikasi internasional, dosen tidak dibebani tugas mengajar berlebihan. Dia harus dibebaskan dari kerja-kerja administratif. Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas SDM, universitas-universitas harus proaktif menjalin kerja sama dengan universitas- universitas negara maju. Kemitraan akademik ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa, utamanya dalam konteks penelitian.

Bentuk kerja sama dapat bermacam- macam. Ini mulai dari penelitian gabungan (join research), pertukaran dosen atau mahasiswa (exchange program) sampai pembukaan program studi dengan gelar ganda (double degree program). Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang, hambatan kerja sama antarberbagai universitas dengan mudah dapat diatasi. Yang lebih diperlukan sebenarnya political will tiap-tiap universitas.

Sementara itu, untuk kendala pendanaan dapat diatasi dengan menjalin kerja sama dengan swasta. Riset-riset inovatif terapan, umumnya membutuhkan biaya besar dan tidak sebentar. Universitas kerap kali kesulitan pendanaan, sehingga alokasi untuk riset memang terbilang kecil. Untuk itu, universitas perlu menjalin kemitraan dengan swasta guna mendapat sumber pendanaan.

Selain itu, pemerintah patut mengalokasikan dana lebih besar untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. Aktivitas penelitian baik akademik maupun inovatif terapan mestinya dipahami sebagai sebuah investasi.

Nurrochman, S Fil MHum, Mahasiswa S3 UIN Yogyakarta

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.