Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menakar Potensi Kuliner Nusantara

📅 Kamis, 11 Apr 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menakar Potensi Kuliner Nusantara Doc: koran jakarta/imantoko

Budaya kulineran tak lekang dimakan waktu, apalagi sejak dulu Indonesia dikenal dengan gudangnya makanan tradisional lezat, setidaknya hal inilah yang tergambar dalam kemeriahaan gelaran Pucuk Coolinary Festival (PCF) 2019 di Yogyakarta, pekan lalu.

Harum masakan dengan aneka racikan 'ajaib' seolah mengepung Lapangan Mandala Krida, tepat di lokasi Pucuk Coolinary Festival 2019 itu berlangsung. Para pengunjung tak henti-hentinya menyambangi satu demi satu tenant, demi mendapatkan aneka makanan lezat. Antrean mengular pun tak terelakan, dan menjadi pemandangan paling umum terlihat pada gelaran itu.

Yang menjadi catatan menarik dalam ajang yang melibatkan lebih dari 100 tenant kuliner terbagi dalam tiga zona yakni Gurih, Manis, dan Pedas itu menyajikan banyak kuliner tradisional yang kaya rasa dan makna. Jelas jika hal ini dikaitkan dengan potensi pariwisata, kuliner lokal bisa menjadi salah satu daya tarik terbaiknya.

Di sela festival kuliner terbesar di Yogyakarta itu, yang didukung penuh oleh Teh Pucuk Harum, Kepala Seksi Pelayanan Informasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Marlina Handayani, menjelaskan, potensi pariwisata Kota Gudeg begitu besar dari 100 persen skup pariwisata, 20 persen datang dari wisatawan penikmat kuliner tradisional.

"Jumlah pengusaha kuliner tradisional di daerah Yogyakarta dan sekitarnya terus tumbuh, dan minatnya pun masih sangat kuat untuk terus mengedepankan masakan khas tradisional. Minat masyarakat itu juga sejalan dengan strategi kita sebenarnya, dan tinggal di dukung saja bagaimana masyarakat bisa lebih kreatif," terangnya, kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Salah satu contoh strategi yang coba diterapkan ialah gelaran lomba masak-masakan tradisional di Bantul pada 2018. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, melihat geliat pengusaha kuliner terhadap menu Ayam Ingkung yang tinggi saat itu harus juga dibarengi dengan kualitas rasa yang lezat. "Jadi kami berinisiatif gelar lomba masak itu, yang sebenarnya misi pentingnya untuk meningkatkan kreativitas pengusaha kuliner, menjaga kualitas rasa menu tradisional dan juga mendorong masyarakat untuk terus memajukan tradisi kuliner khas Tanah Jawa," lanjutnya.

Eksplorasi menu tradisional khas juga perlu melibatkan ide dan gagasan dari setiap penekun bisnis kuliner khas Yogyakarta, sehingga kedepan makanan tradisional tetap dicintai, sekaligus mampu bersaing di derasnya arus persaingan binis kuliner di era modern ini. ima/R-1

Kuliner Ekstrem

Kendati demikian, Indonesia dengan kekayaan budaya, seni dan tradisi dipandang lebih unggul ketimbang negara-negara pesaing. Poin penting untuk meredam arus persaingan, dalam bentuk apapun (termasuk didalamnya bidang kuliner) ialah memunculkan kekhasan dan mengaitkan dengan tren yang ada.

Marlina menceritakan, Yogyakarta yang sudah memiliki basis menu tradisional yang kuat juga telah mulai melakukan eksplorasi menu lain, untuk memperkaya kuliner lokal yang ada saat ini.

"Perlu diketahui di sini (Yogyakarta) juga sama seperti di Thailand, Korea juga memiliki menu ekstrem. Nah, sekedar informasi kita sedang mengembangkan kuliner ekstrem, menunya itu ada ulat jati, lalu di Gunung Kidul itu juga sudah terkenal gorengan walang-nya yang garing dan lain-lainya. Saya berharap kuliner ekstrem ini dapat memperkaya menu dan memancing geliat wisatawan ke depan. Mengingat ada pasarnya, penikmatnya juga cukup tinggi," ungkapnya.

Kemudian untuk memperdalam rasa kuliner khas kota pelajar ini, juga akan diperkuat dengan wisata kuliner eksklusif, artinya tidak hanya makanan tradisionalnya yang diperkuat, namun suasana tempat, penyajiannya juga akan dipersiapkan serba eksotik. ima/R-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Penataan Kawasan Unggulan R...

Hasil Penataan Jalan Rasuna Said Segera Diresmikan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.