Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Menyikapi HOTS dalam UN 2019

📅 Jumat, 23 Nov 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menyikapi HOTS dalam UN 2019 Doc: koran jakarta/ones

Oleh Irma Suryani

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy, akan tetap memasukkan materi soal berkategori higher order thinking skills (HOTS) dalam ujian nasional (UN) dan tes masuk perguruan tinggi negeri tahun 2019. Menurut Muhadjir, Indonesia sudah tertinggal dari negara-negara lain dalam UN. Sebab, selama ini, soal UN masih memakai materi berkategori lower order thinking skills (LOTS). Lalu, bagaimana sebaiknya para guru menyikapi?

Secara sederhana, HOTS dimengerti sebagai kemampuan berdaya nalar tinggi. Ini merupakan konsep reformatif dunia pendidikan yang mulai diperkenalkan di barat awal abad 21. Tujuannya untuk menyiapkan peserta didik menghadapi Revolusi Industri 4.0. Sedangkan Revolusi Industri 4.0 itu sendiri ditandai dengan makin menguatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Digitalisasi merambah ke berbagai bidang dan membuat disrupsi di sejumlah sektor kehidupan. Ini membuat persoalan kehidupan bertambah kompleks.

Sistem pendidikan di mana pun dituntut untuk selalu selaras dengan perkembangan dan tantangan zaman. Dengan begitu, hasil pembelajaran sekolah dapat berkontribusi secara lebih nyata bagi munculnya solusi-solusi atas berbagai persoalan kehidupan di sekeliling.

Kemampuan dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung kini dipandang tidak cukup sebagai bekal menghadapi persoalan kehidupan yang semakin kompleks di era Revolusi Industri 4.0. Individu perlu pula memiliki kemampuan daya nalar tinggi. Mengapa? Karena solusi-solusi yang inovatif serta kreatif cenderung muncul dari individu-individu demikian.

Maka, dalam konsep HOTS, proses belajar mengajar sekolah tidak boleh cuma menekankan pada aspek hafalan (memorizing). Dengan demikian, berbagai pengetahuan yang diajarkan sekolah tidak cukup sebatas mampu diingat oleh para siswa, tetapi harus pula mampu diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan nyata.

Pada saat yang sama, siswa juga perlu didorong untuk senantiasa berpikir kritis sehingga mampu memutuskan yang harus dilakukan (Norris & Ennis, 1989). Mereka dapat melakukan penalaran, bertanya, mengobservasi, menjelaskan, dan membandingkan. Siswa bisa menghubungkan, menemukan permasalahan maupun menjajaki berbagai pandangan (Barahal, 2008). Di samping itu, mereka mampu pula mengenali kredibilitas sumber informasi, membedakan asumsi, generalisasi, maupun bias (Collins, 2014).

Dalam konsep HOTS pula, kemampuan pemecahan masalah (problem solving) menjadi salah satu yang perlu ditekankan dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa harus dilatih untuk mampu melahirkan solusi-solusi yang mungkin atas aneka persoalan kehidupan.

Tantangan Guru

Di tengah banyak pihak yang mempertanyakan mulai dimasukkannya materi ujian berkategori HOTS, tidak sedikit pula yang mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut karena berani membuat terobosan dengan menaikkan tingkat kesulitan materi UN. Dengan begitu, sebagian materinya tak sekadar berada di level hafalan, tetapi juga kemampuan berdaya nalar tingkat tinggi.

Mulai dimasukkannya soal-soal berkategori HOTS dalam UN sekolah tentu saja perlu segera disikapi para guru. Mereka perlu melakukan pembenahan dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal ini merupakan salah satu tantangan para guru. Penerapan konsep HOTS dalam kegiatan belajar mengajar membutuhan sejumlah strategi dan pendekatan khusus.

Menurut Janelle Cox, pakar pendidikan dasar lulusan Buffalo State College, New York, Amerika Serikat, dan rutin menulis masalah-masalah pendidikan untuk majalah Teachhub, untuk meningkatkan kemampuan daya nalar tinggi siswa, banyak yang dapat dilakukan guru selama kegiatan belajar mengajar belangsung. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Pertama, ciptakan budaya bertanya. Dorong siswa untuk selalu bertanya. Kalaupun guru belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa, tunjukkan tempat mereka bisa menemukan jawaban-jawaban. Atau janjikan untuk mencarikan jawab pada hari berikut. Kedua, mengoneksikan berbagai konsep. Ajari siswa mengaitkan satu konsep dengan konsep lainnya. Misalnya, mulai dari sebuah konsep kecil dikaitkan dengan yang lebih besar dan luas. Dengan demikian, mereka akan lebih baik memahami sebuah persoalan.

Ketiga, ajari siswa menafsirkan dan menyimpulkan fakta. Contohnya, perlihatkan siswa sebuah gambar di mana orang-orang sedang antre di sebuah dapur umum. Mintalah tiap siswa menafsirkan dan menyimpulkan makna gambar. Keempat, bantu siswa untuk menemukan berbagai cara pemecahan masalah. Jajaki kemungkinan-kemungkinan penggunaan metode alternatif yang berbeda-beda dalam menyelesaikan beragam permasalahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.750/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.