Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Niniek Kun Naryatie

📅 Sabtu, 21 Jul 2018, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Apa program kerja Anda?

Sebagai perpanjangan tangan atau wakil resmi Pemerintah Indonesia di berbagai bidang di negara akreditasi, program jangka panjang saya adalah menjalankan program prioritas pemerintah, khususnya yang menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Ada tiga prioritas utama yang sejalan dengan situasi dan kondisi di negara akreditasi, yaitu memajukan diplomasi ekonomi, berpartisipasi aktif dalam kancah internasional, dan perlindungan warga negara.

Bagaimana dengan neraca perdagangan RI-Argentina?

Neraca perdagangan bilateral dengan Argentina selama bertahun-tahun mengalami defisit bagi Indonesia. Walaupun memang yang diimpor Indonesia adalah bahan baku utama untuk industri dalam negeri, namun produk eskpor Indonesia masih bisa ditingkatkan dan perlu ada diversifikasi ekspor. Ini yang harus dicari peluangnya.

Kerja sama spesifik apa yang tengah dikembangkan?

Hubungan politik yang sudah sangat baik dengan ketiga negara akreditasi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan peran aktif Indonesia di forum internasional. Itu diwujudkan melalui kerja sama saling dukung, menciptakan dan mempertahankan perdamaian. Program ke depan, antara lain kerja sama antar-peace keeping center, Kerja sama Selatan-Selatan untuk membantu negara berkembang lain. Beberapa perjanjian kerja sama, seperti bidang pendidikan dan antar-peace keeping center akan menjadi prioritas dimatangkan.

Untuk isu perlindungan warga negara Indonesia, ke depan akan diupayakan ada semacam rumah singgah di kota Montevideo, yang menjadi kantong WNI tinggal. Mereka umumnya adalah para anak buah kapal (ABK) yang telah melaut selama 3-6 bulan. Rumah singgah diharapkan menjadi pusat pelayanan bagi WNI yang mengalami masalah-masalah ketenagakerjaan, dan lain-lain di Uruguay.

Untuk jangka pendek apa?

Yang menjadi prioritas program jangka pendek saya adalah meningkatkan people to people contact. Ini harus terus diupayakan dan ditingkatkan untuk mengatasi kendala jarak dan informasi. Kami akan terus meyakinkan bahwa pemberian fasilitas bebas visa adalah upaya efektif yang bisa meningkatkan people to contact dan memberi manfaat ekonomi bagi kedua bangsa.

Apa program kerja pendidikan dan kebudayaan Anda?

Di bidang pendidikan dan olah raga, Indonesia dan Argentina pernah memiliki kerja sama untuk mendatangkan dua pelatih sepak bola, Miguel Angel Rossi dan Gustavo Andres Ragiseo dari Argentina ke Indonesia. Mereka melatih para pelatih olah raga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar/Daerah (PPLP/PPLPD) serta klub pelajar junior cabang sepakbola. Pelatihan dilaksanakan pada 7-14 Agustus 2015 di Semarang dalam bentuk coaching clinic.

Dalam rangka kerja sama di bidang pendidikan, Pemerintah Indonesia memberikan beasiswa darmasiswa kepada peserta dari Argentina untuk mempelajari bahasa Indonesia, seni tari, seni musik, seni musik tradisional, seni pedalangan, kerajinan tradisional, dan seni kriya di berbagai perguruan tinggi/lembaga pendidikan kesenian di Indonesia.

Berapa orang yang telah menikmati beasiswa tersebut?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.