Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Fomo! Pelari Pemula Simak! Ini Angka Ideal dan Cara Menentukan Pace Lari yang Pas untuk Anda

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 21:32 WIB | Oleh:
Jangan Fomo! Pelari Pemula Simak! Ini Angka Ideal dan Cara Menentukan Pace Lari yang Pas untuk Anda Doc: ANTARA/Fikri Yusuf
Ket. Sejumlah peserta berlari saat mengikuti Maybank Marathon 2025 di Gianyar, Bali, Minggu (24/8). Lomba lari bertema Pace the Future tersebut diikuti oleh 13.600 peserta dari 52 negara.

JAKARTA - Menentukan pace lari menjadi salah satu hal yang sering membingungkan bagi pelari pemula. Tidak sedikit orang yang baru mulai berolahraga lari beranggapan bahwa semakin cepat mereka berlari, maka semakin baik pula hasil latihannya. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dalam dunia lari, pace merupakan salah satu indikator penting yang membantu pelari mengatur ritme dan intensitas latihan. Memahami pace yang sesuai dapat membuat aktivitas berlari terasa lebih nyaman, mengurangi risiko cedera, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara bertahap.

Bagi pelari pemula, fokus utama sebaiknya bukan mengejar kecepatan tinggi, melainkan menemukan ritme lari yang mampu dipertahankan dengan nyaman sesuai kondisi fisik masing-masing.

Pace adalah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menempuh jarak tertentu saat berlari. Umumnya, pace dinyatakan dalam satuan menit per kilometer (menit/km).

Semakin kecil angka pace, semakin cepat kecepatan lari seseorang. Sebaliknya, semakin besar angka pace, berarti waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu kilometer semakin lama.

Sebagai contoh:

  • Pace 5 menit/km berarti pelari membutuhkan waktu lima menit untuk menempuh satu kilometer.
  • Pace 8 menit/km berarti pelari membutuhkan waktu delapan menit untuk menyelesaikan satu kilometer.

Mengetahui pace membantu pelari mengatur ritme agar tidak mengeluarkan terlalu banyak tenaga pada awal latihan atau perlombaan, sehingga energi dapat bertahan hingga akhir.

Berapa pace yang ideal untuk pelari pemula?

Tidak ada angka pasti yang dapat dijadikan patokan untuk semua orang karena pace ideal dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, tingkat kebugaran, pengalaman berlari, kondisi kesehatan, hingga tujuan latihan.

Namun, secara umum pace lari pelari pemula berada pada kisaran 7 hingga 9 menit per kilometer atau sekitar 10 hingga 14 menit per mil.

Rentang tersebut dianggap cukup nyaman bagi sebagian besar orang yang baru mulai berlari. Meski demikian, angka tersebut hanya bersifat sebagai panduan awal, bukan target yang harus dicapai.

Yang terpenting bagi pelari pemula adalah mampu mempertahankan kecepatan secara konsisten tanpa merasa kelelahan berlebihan.

Salah satu cara paling sederhana untuk mengetahui apakah pace sudah sesuai adalah menggunakan metode talk test atau tes berbicara.

Pada pace yang tepat, pelari seharusnya masih mampu berbicara menggunakan kalimat pendek tanpa terengah-engah. Jika napas mulai terasa berat hingga sulit berbicara, kemungkinan kecepatan lari terlalu tinggi sehingga perlu diperlambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Meksiko Pilih Tak Balas Tarif Baru Trump

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Meksiko Pilih Tak Balas Tar...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.