Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Kloning Padi Hibrida Ilmuwan Tiongkok Siap Dongkrak Produksi Dunia

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 20:28 WIB | Oleh:
Terobosan Kloning Padi Hibrida Ilmuwan Tiongkok Siap Dongkrak Produksi Dunia Doc: AFP/Issouf Sanogo/Getty Images

BEIJING - Para peneliti Tiongkok mencapai terobosan besar dalam kloning padi hibrida, yang berpotensi mengubah secara mendasar paradigma konvensional produksi benih tahunan dan memberikan dukungan teknologi baru bagi ketahanan pangan global.

Setelah berbagai upaya berkelanjutan bertahun-tahun, tim yang dipimpin oleh peneliti Wang Kejian dari Institut Penelitian Padi Nasional Tiongkok berhasil mengidentifikasi dan mengarakterisasi sebuah gen padi endogen, yang mereka beri nama HUAXU.

Studi mereka, yang dipublikasikan dalam jurnal Vita pada Selasa (21/7), menunjukkan bahwa gen HUAXU pada sel telur padi hibrida mampu menginduksi partenogenesis secara efisien dan menghasilkan keturunan haploid.

Ketika dipadukan dengan strategi kloning gamet, beberapa galur apomiktik yang dikembangkan tim tersebut mencapai efisiensi kloning yang mendekati 100 persen. Dalam berbagai kondisi, mencakup beragam varietas padi hibrida, lintas beberapa generasi, dalam berbagai populasi tanam, serta dalam uji lapangan berskala besar, efisiensi kloning tetap terjaga secara konsisten di atas 99 persen, sementara hasil panen tetap terjaga pada tingkat normal.

Pencapaian ini menandai realisasi awal target dari 1 menjadi 100 dalam sistem padi hibrida satu galur, yang menjadi langkah krusial menuju terwujudnya visi perbanyakan berkelanjutan lintas generasi.

Efisiensi kloning mengacu pada persentase benih yang dihasilkan melalui apomiksis yang diinduksi secara artifisial dan identik secara genetik dengan tanaman induknya. Parameter ini menjadi metrik utama untuk menilai keberhasilan teknis dalam mempertahankan heterosis dan secara langsung memengaruhi kemurnian benih.

Wang mengatakan bahwa sistem padi hibrida tiga galur dan dua galur yang saat ini diadopsi secara luas tidak dapat mempertahankan keunggulan hibrida pada generasi berikutnya karena adanya segregasi genetik pada keturunan.

Akibatnya, sistem tersebut memerlukan produksi benih secara artifisial setiap tahun melalui persilangan antara galur mandul jantan dan galur pemulih.

Tujuan utama sistem satu galur adalah memungkinkan tanaman hibrida menghasilkan benih klonal melalui apomiksis, sehingga memperbaiki heterosis dan memungkinkan satu hibridisasi, diwariskan lintas generasi.

Secara teori, hal ini berarti satu benih hibrida saja dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa perlu memproduksi atau menanam kembali benih baru setiap tahun.

Wang mengatakan bahwa terobosan tersebut menjawab tantangan yang telah lama diakui secara global dalam pemuliaan tanaman, yakni memperbaiki heterosis pada padi hibrida secara permanen melalui benih. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.