Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Memulihkan Martabat MK

📅 Jumat, 06 Apr 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Negarawan adalah sosok yang menjunjung kejujuran, keadilan, integritas, dan kebenaran sehingga mampu menuntun warga ke jalan lurus. Dia mampu mengatasi masalah-masalah pelik ketatanegaraan dengan menafsirkan konstitusi secara cermat berdasar moral dan keteguhan akal budi.

Itulah sebabnya seorang ilmuwan Charles Evans Hughes (1907) mengingatkan, "We are under constitution, but the constitution is what the judges say it is." Artinya, hidup rakyat tergantung pada konstitusi. Konstitusi adalah yang ditafsirkan hakim. Itulah sebabnya hakim MK disebut sebagai penafsir otentik konstitusi. Rakyat memerlukan hakim negarawan supaya mampu menafsirkan konstitusi untuk menyelesaikan aneka masalah ketatanegaran dengan benar sesuai tujuan negara.

Karena itu kendati para hakim MK diusulkan MA, DPR, dan Presiden harus tetap mengedepankan aspek kenegarawanan. Realitasnya, putusan hakim MK bersifat final dan berpengaruh pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertimbangan hukum MK, mesti mengedepankan kepentingan jangka panjang. Maka, konsesi dan intervensi semata-mata untuk kepentingan sesaat akan merusak arti dan makna kenegarawanan. Di sinilah relevansinya untuk mengingatkan ketua baru MK, Anwar Usman, agar dapat memulihkan martabat MK yang pernah tercoreng.

Penulis Pengajar Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana UNS

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.