Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasca Pertamax Naik, Driver Ojol Harapkan Customer Tetap Loyal

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 11:00 WIB | Oleh:
Pasca Pertamax Naik, Driver Ojol Harapkan Customer Tetap Loyal Doc: Dok. Istimewa
Ket. Ilustrasi pengemudi driver online

JAKARTA -  Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) berharap tingkat kepercayaan penggunaan ojol dari para pelanggan tetap tinggi dan loyal sehingga kenaikan harga BBM non subsidi atau Pertamax tidak berdampak besar terhadap penurunan orderan.

Bagi pengemudi yang selama ini menggunakan Pertalite (BBM Subsidi), kenaikan harga Pertamax memang belum berdampak. Namun kenaikan harga BBM Pertamax dikhawatirkan berimbas pada sektor-sektor lain sehingga berpotensi mempengaruhi tingkat orderan pengguna. 

Seperti Driver asal Depok, Saputra, mengatakan saat ini saja frekuensi penggunaan layanan ojol tidak selalu sama seperti sebelumnya. Oleh karena itu, menjaga jumlah order tetap tinggi menjadi hal yang sangat penting.

“Bagi saya, jika dalam sehari jumlah order tidak mencapai sekitar 10 pesanan, kondisi tersebut sudah cukup berpengaruh terhadap pendapatan. Oleh sebab itu, keberlangsungan order menjadi faktor utama yang menentukan kemampuan mitra driver dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata driver Gojek ini.

Sebab itu, untuk menjaga pendapatan dalam jangka panjang, dirinya dan sebagian besar driver ojol berharap semakin banyak pelanggan yang tetap loyal menggunakan layanan Gojek.

“Setiap pesanan yang masuk sangat berarti bagi mitra driver karena menjadi sumber penghasilan utama. Dengan adanya pelanggan yang terus menggunakan layanan secara rutin, pendapatan mitra dapat lebih terjaga meskipun kondisi ekonomi sedang menghadapi berbagai tantangan,” kata pengguna Honda Genio ini.

“Kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax saat ini belum berdampak ke Saya, karena saya masih menggunakan pertalite, Tetapi kedepannya saya percaya bahwa akan ada dampaknya juga lama kelamaan,” katanya.

Dia berharap pemerintah bisa menjaga pasokan Pertalite sehingga tidak mengalami kelangkaan stok karena permintaan tentunya meningkat.

“Kepada pemerintah, saya berharap kondisi mitra driver dapat lebih diperhatikan, terutama dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan BBM karena kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional kami,” katanya.

Sementara kepada perusahaan aplikator, katanya, dia berharap semakin banyak program insentif dan bonus yang dapat diberikan kepada mitra, mengingat pekerjaan sebagai driver menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak orang.

“Harapannya semoga pertalite gak berubah  harganya dan jangan sampai barangnya kosong,” katanya.

Sementara itu, Nur Aziz, driver Gojek asal Depok ini juga menilai hal terpenting saat ini adalah tingkat orderan bisa terjaga dengan baik. 

“Dari sisi pendapatan, saya merasakan adanya sedikit penurunan jumlah order setelah kenaikan harga BBM. Beberapa pelanggan yang sebelumnya cukup loyal mulai mencari alternatif lain, sehingga frekuensi pesanan tidak sebanyak sebelumnya,” kata driver 43 tahun ini.

Oleh karena itu, menjaga jumlah order tetap tinggi menjadi hal yang sangat penting bagi para mitra driver karena pendapatan sebagai mitra driver berpengaruh langsung terhadap ekonomi keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.