Kadarsah Suryadi
📅 Sabtu, 12 Agu 2017, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSaya pernah diundang lembaga rangking dunia Time Hires Educatin (THE), itu perangking dunia dan paling sulit. Waktu itu saya berbicara di Korea, saya katakan untuk ITB rangking bukan tujuan, hanya sebagai alat untuk mengetahui kampus itu sehat atau tidak, rasio mahasiswa dan dosen terjaga dengan baik atau tidak. Rangking itu hanya dampak atau ikutan dari peningkatan kinerja. Saya sendiri berkomitmen terus meningkatkan kinerja ITB, risetnya, dan lain-lain. Kami punya kriteria tersendiri untuk menilai.
Selama ini pendanaan ITB berasal dari mana?
Kami ada tiga sumber dana, yakni pemerintah, mahasiswa melalui SPP, dan kerja sama masyarakat. Komposisi pemerintah antara 35 hingga 40 persen, mahasiswa 30 persen, dan sisinya dari masyarakat atau pihak ketiga yang menjadi mitra ITB. Itu untuk operasional, gaji, beasiswa, pemeliharaan, semuanya.
Porsi mahasiswa 30 persen, ke depan akan berkurang? Agar biaya kuliah tidak mahal?
Kami ada kebijakan di mana biaya pendidikan bagi mahasiswa itu gratis, untuk yang tidak mampu. Makanya banyak di ITB yang kuliah membayar nol rupiah, hanya saja ini tidak terekspose di masyarakat, belum banyak publik yang tahu ini. Buat mahsiswa yang mampu silahkan bayar, semampunya saja, kemampuan orang tuanya berapa. Untuk diketahui, dari total 22 ribu mahasiswa di ITB, hanya sekitar 30 hingga 40 persennya yang membayar SPP penuh.
Orang tahunya kuliah di ITB bayarnya mahal pak?
Nah ini, saya ingin tegaskan jika berhasil masuk ITB maka bisa kuliah nol rupiah. Saya harap masyarakat, melalui Koran Jakarta, sekarang menjadi tahu, ada subsidi untuk yang tidak mampu.

N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!