Jauhkan Dunia Pendidikan dari Kekerasan
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim PenulisTANGERANG - Budaya lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman jaris ditegakkan agar bebas dari aksi kekerasan terhadap anak didik.
“Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya,” kata Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Rabu.
Dia mengatakan ini saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD/TK di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Dia menyatakan lingkungan pendidikan atau sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang perlindungan yang menjamin rasa aman, martabat, dan hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Jadi saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” ucapnya. Intan menyampaikan bahwa aksi kekerasan yang terjadi di ruang lingkup pendidikan bukan hal yang sederhana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, katanya, aksi seperti yang sering terjadi saat ini terhadap anak yaitu perundungan, dapat meninggalkan luka yang membekas dan memengaruhi tumbuh kembang anak. Intan menjelaskan budaya pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang positif, kesabaran, dan keteladanan harus diterapkan oleh seluruh jajaran pendidik di seluruh sektor.
“Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen kuat mewujudkan daerah sebagai status layak anak. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh guru PAUD dan TK terus menguatkan sinergi dan kolaborasi secara aktif menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan dengan penuh kasih sayang maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing,” kata dia.
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengharapkan sosialisasi pencegahan kekerasan yang melibatkan para guru dan peserta didik berasal dari 29 kecamatan di daerah itu bisa memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan.
Ia mengharapkan ke depan Kabupaten Tangerang mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
“Kita akan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!