Singapura Sebut Indonesia Selalu Menarik untuk Investasi
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 15:38 WIB | Oleh: Deri HenriawanJAKARTA - Pemerintah Singapura menilai fundamental ekonomi jangka panjang Indonesia tetap kuat dan menarik bagi para pelaku usaha, meskipun pasar keuangan domestik baru-baru ini mengalami volatilitas.
Pernyataan itu ditegaskan oleh Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Gan Kim Yong dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, ketika menanggapi prospek daya tarik pasar serta keberlanjutan arus investasi ke Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
“Para pengusaha Singapura tetap memiliki minat yang kuat terhadap Indonesia. Saya pikir kita bisa terus melihat investasi mengalir ke Indonesia,” kata Yong dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa.
“Dalam jangka panjang, fundamental Indonesia tetap sangat kuat, sangat menarik, sebagai tempat yang memiliki banyak sumber daya, banyak tenaga kerja, dan banyak peluang,” ujarnya, usai Pertemuan Menteri Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral Enam Singapura-Indonesia ke-16.
Yong tidak memungkiri bahwa Indonesia, seperti banyak negara lain di dunia, akan terus menghadapi tantangan berkala akibat dinamika ekonomi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, ia menyatakan optimisme bahwa masa depan kerja sama kedua negara akan tetap menjanjikan jika tantangan itu dihadapi dengan kolaborasi yang solid.
Ia mencatat realisasi investasi Singapura ke Indonesia tetap menunjukkan tren kuat, dengan kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar 17,4 miliar dolar AS (Rp314,9 triliun).
Di sektor investasi, kedua negara membahas langkah-langkah strategis untuk memfasilitasi dan menyederhanakan operasional bisnis guna menjaga daya tarik iklim investasi bagi para investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu fokus utama adalah transformasi kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi pusat digital yang dinamis. Singapura dan Indonesia akan bersama-sama melakukan studi sektor teknologi untuk mengidentifikasi peluang baru serta menyusun rekomendasi konkret untuk pengembangan BBK ke depan.
Selain itu, kerja sama unggulan kedua negara yakni Kawasan Industri Kendal (KIP) di Jawa Tengah, dipastikan akan diperluas secara signifikan.
Dengan perluasan lahan hingga 1.000 hektare, KIP diproyeksikan dapat mendorong masuknya investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Di sektor energi, proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 200 MW yang dilengkapi fasilitas penyimpanan energi baterai 80 MWh ini ditargetkan selesai tahun depan.
Selain itu, proyek percontohan biogas-ke-biometanol pertama di Indonesia tengah dikembangkan di Sumatera Utara.
Sementara di bidang teknologi pertanian, kedua negara memulai pelaksanaan perdana Program Pengembangan Petani Muda di Singapura untuk memperdalam kolaborasi di sektor tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!