Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Kadarsah Suryadi

📅 Sabtu, 12 Agu 2017, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Yang pertama kami sebut employe yang merupakan hasil dari belajar mengajar saja. Hasil lulusannya memang masih yang terbanyak. Mereka disebut sebagai profesional setelah lulus. Kedua adalah peneliti, orang yang mengembangkan ilmunya setelah lulus. Kami sadar bahwa negara akan dihormati negara lain kalau ilmunya berkembang dan menjadi rujukan negara lain. Lulusan ini jumlahnya lebih sedikit lagi.

Ketiga adalah yang paling sedikit yakni menghasilkan entrepeneur atau pengusaha. Entrepreneurial university yang sudah maju seperti Oxford atau Cambridge paling banyak sekitar 8 persen lulusannya menjadi entrepreneur, itu pun tidak setelah lulus langsung jadi, harus menunggu beberapa tahun atau bekerja dulu. Nah, ITB mempunyai target lulusannya yang menjadi entrepreneur sebanyak 4 persen, setelah tiga tahun bekerja. Kenapa? Kami ingin meningkatkan kualitas bangsa lewat keilmuwan dan memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial melalui inovator dan juga entrepenur.

Dukungan apa saja yang diperlukan untuk mencapai itu?

Memang tidak bisa sendirian. Kami harus menjalin kemitraan, dengan industri dan pemerintah serta masyarakat. Saya teringat pada tahun 2007 mengikuti pertemuan di Bangkok yang dihadiri delegasi negara-negara Asia lain, di mana budget adalah hal pertama untuk pengembangan research and development (R&D). Tapi itu tidak bisa ditanggung sendiri oleh universitas.

Jepang, Tiongkok, dan Korea membiayai riset di kampus melalui kolaborasi. Sebesar 65 persen ditanggung industri, 30 persen pemerintah, dan sisanya oleh kampus. Penelitian tetap dilakukan di kampus. Ini yang dilakukan ITB saat ini. Sebagai contoh awal Maret 2017, ITB meluncurkan handphone murah. Itu hasil kolaborasi industri, kampus, dan pemerintah.

Kami juga bermitra dengan masyarakat internasonal. Sampai hari ini ada 350 lebih netwok kami di internasional. Kerja sama penelitian internasional juga banyak dilakukan. Misal dengan Jepang meneliti pengurangan kadar CO2 di udara, ditangkap, dan dimasukan ke dalam tanah. Di Jakarta kami juga melalui Teknik Lingkungan bersama Toyota melakukan kerja sama pengukuran dampak polusi kendaraan terhadap lingkungan. Hasilnya akan digunakan untuk mengurangi racun akibat asap kendaraan. Masih dilakukan.

Saat ini ada sebanyak 70 start up yang kami bina untuk pengembangan ide dan inovasi mereka bagi pertumbuhan kewirausahaan melalui ITB Mini Teknopark. Sebagian sudah spin off dan mandiri, sebagian dalam masa inkubasi. Misalnya inovasi mengubah air laut menjadi air tawar yang bisa diminum dan banyak lagi lainnya.

Banyak yang ingin berkolaborasi, kalau dari sisi internalnya sendiri bagaimana? Mahasiswa dan dosen banyak yang berminat?

Sekarang minat semakin tinggi. Karena disamping meneliti sebagai riset, juga ada dorongan agar hasil riset ini menjadi paten dan digunakan industri. Kami ada semacam komunitas ITB In Move, di situ menghimpun mahasiswa yang memiliki ide dan inovasi sekaligus mencarikan network pemberi dana (ventura).

Kami akan membimbing mereka sampai berhasil. Salah satunya yang sudah berhasil adalah produk semen hidup. Semen yang dipakai untuk menutupi retakan beton, di mana ada bakteri khusus yang akan bergerak mencari lubang retakan sehingga kembali merekat. Ada juga temuan mengubah alga menjadi bio diesel.

Tahun 2015 lalu sudah ada 49 inovator, tahun ini lebih banyak lagi. Kami juga ada program teknopreneurship orientasion program (TOP), di mana kami mengundang pengusaha start up yang sudah berhasil untuk memberikan guidance, mengundang industri yang akan mendanai hingga menciptakan pasarnya.

Boleh tahu rangking ITB baik nasional dan internasional?

Peringkat atau rangking bukan tujuan, tapi dipakai sebagai alat untuk mengecek sehat tidaknya badan usaha, untuk keberlanjutan. Tapi ingat rangking itu selalu berubah setiap tahun, bisa turun dan naik. Soal rangking ITB itu penting, tapi bukan yang terpenting buat ITB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Pyongyang Klaim Kunjungan X...
Luar Negeri
Fujimori dan Sanchez Bersai...
Ekonomi
Antam Bagikan Dividen Sebes...
Megapolitan
Seribu Badan Publik Disasar...

Park&Ride Bakal Dikembangkan Jadi TOD

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Park&Ride Bakal Dikembangka...
Megapolitan
Jauhkan Dunia Pendidikan da...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.