Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apdesi Merah Putih Luncurkan Utility Coin Guna Perkuat Ketahanan Pangan Desa

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 01:25 WIB | Oleh:
Apdesi Merah Putih Luncurkan Utility Coin Guna Perkuat Ketahanan Pangan Desa Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih, Johan Aripin Muba, pada kegiatan Rakernas di Serang, Banten, Rabu.

SERANG - Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih, Johan Aripin Muba, menegaskan komitmen sektor swasta untuk memperkuat sirkulasi ketahanan pangan hulu dan kemandirian fiskal di tingkat perdesaan. Langkah taktis tersebut diawali melalui peluncuran Utility Coin bagi keluarga desa dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apdesi Merah Putih yang berlangsung di Kota Serang, Banten, Rabu (10/6).

gaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa melalui penguatan sektor pertanian dan peluncuran program ekonomi baru.

"Kami bergerak dari sektor swasta, menggunakan dana pribadi dan kelompok untuk membantu para petani di masing-masing desa guna menyukseskan ketahanan pangan," kata Johan Aripin Muba pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apdesi Merah Putih di Kota Serang, Rabu.

Langkah konkret tersebut diawali dengan peluncuran Utility Coin untuk keluarga desa dalam rakernas tersebut, yang digelar khusus untuk menyatukan visi seluruh desa di Indonesia dalam menyukseskan program pangan nasional.

Johan memaparkan bahwa setelah konsolidasi dalam rakernas itu, pihaknya akan mulai turun ke lapangan pada Juli 2026 untuk melakukan sosialisasi gerakan ekonomi berbasis desa.

"Program penguatan ini ditargetkan mampu menyasar 75.266 desa di seluruh Indonesia," katanya.

Pada fase awal tahun 2026, implementasi program ketahanan pangan dan ekonomi ini akan difokuskan pada 10 provinsi prioritas, yang meliputi seluruh provinsi di Pulau Jawa ditambah Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Jambi, dan Sumatra Selatan.

"Selain memperkuat ketahanan pangan, sasaran utama dari gerakan ini adalah mewujudkan kemandirian fiskal di tingkat perdesaan," ujar dia.

Melalui optimalisasi sektor pertanian dan potensi lokal lainnya, desa-desa diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADesa) secara mandiri untuk membiayai pembangunan internal mereka.

"Bagaimana desa itu mereka menggali potensi desanya, mendapatkan PADesa-nya untuk membangun desa itu sendiri," kata Johan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.