Hasil Panen Raya Warga Binaan Lapas Mampu Pasok 50 Persen Kebutuhan Bahan Makanan
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 01:35 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, mengapresiasi program ketahanan pangan dan kepedulian sosial yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) sebagai terobosan nyata.
Dewi Asmara saat meninjau kegiatan bakti sosial bedah rumah, tempat ibadah serta optimalisasi sarana asimilasi dan edukasi di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, mengatakan Menteri Imipas Agus Andrianto mampu mewujudkan transformasi pemasyarakatan yang digaungkannya, tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan tetapi juga oleh masyarakat sekitar.
“Jadi pemasyarakatan tidak hanya bagaimana melakukan upaya integrasi bagi warga binaan ke rakyat, tetapi sudah langsung terjun secara nyata ke masyarakat. Dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” kata Dewi
Dalam kegiatan tersebut, Dewi menyaksikan bakti sosial bedah rumah milik warga yang tadinya tidak layak huni, menjadi layak huni, termasuk tempat ibadah masjid di Kampung Warungkiara yang menjadi lingkungan Lapas Warungkiara.
Program bedah rumah tersebut dibiayai dari hasil panen raya program ketahanan pangan warga binaan seluruh Indonesia yang dilaksanakan 15 Januari 2026 di Lapas Kelas I Cirebon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengerjaan bedah rumah tersebut menggunakan bahan konstruksi batako press, paving blok, dan struktur rumah dari limbah sisa pembakaran batu bara atau fly ash and buttom ash (FABA) yang diproduksi oleh warga binaan di Lapas Kelas I Tangerang.
Selain menggunakan bahan berkualitas hasil karya warga binaan, pengerjaan bedah rumah juga selesai dalam waktu 19 hari yang melibatkan warga binaan.
“Jadi biasanya yang melakukan CSR itu biasanya BUMN, Tapi ini para warga binaan dengan ketahanan pangan, dengan bimbingan arahan Pak Menteri dan Pak Dirjen sudah bisa bermanfaat di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dewi menyebut transformasi pemasyarakatan dengan program ketahanan pangan ini juga mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Inilah contohnya bahwa dalam proses berintegrasi dan berasimilasi. Selama ini, kita hanya mengenal keadaan di lapas itu hanya negatif-negatif saja yang di liput. Jadi teman-teman media, saya harap dengan kegiatan hari ini kita bisa membuktikan juga sisi positif (lapas),” katanya.
Politisi perempuan itu mengatakan banyak upaya yang telah dilakukan Kemenimipas dalam rangka untuk persiapan terintegrasi warga binaan kembali ke masyarakat, melakukan berbagai program ketahanan pangan yang tidak hanya bermanfaat untuk warga binaan tapi juga kepada masyarakat.
Menurutnya apa yang dilakukan Lapas Warungkiara membuktikan berbagai program kontribusi yang lain kepada masyarakat. Di Lapas Warungkiara terdapat kegiatan peternakan ayam petelur, domba, sapi, serta budidaya sayuran dan hortikultura.
“Paling tidak dengan hasil-hasil dari ketahanan pangan di sini (Lapas Warungkiara). Maka untuk bahan makanan bagi warga binaan sebagian besar boleh dikatakan 50 persen paling tidak sudah berasal dari setiap lapas yang ada di Indonesia yang memiliki tanah,” ujarnya.
Dewi berharap ke depan upaya yang telah dilakukan Kemenimipas dalam bidang ketahanan pangan dan kepedulian sosial kepada masyarakat betul-betul merupakan perwujudan dalam rangka Kemenimipas menjaga semangat transformasi yang terus dibangun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!