Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

2 Kasus Campak Ditemuan di Semper Barat, Waspada KLB! Sudinkes Jakut Gerak Cepat Tangani

📅 Senin, 15 Sep 2025, 19:38 WIB | Oleh:
2 Kasus Campak Ditemuan di Semper Barat, Waspada KLB! Sudinkes Jakut Gerak Cepat Tangani Doc: ANTARA/HO-instagram/@sudinkesju
Ket. Pelaksana Tugas Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Ratna Sari memberikan arahan dalam kegiatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara.

JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Utara (Jakut) bergerak cepat menangani temuan dua kasus campak di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, terkait surat kewaspadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan pada 29 Agustus 2025.

“KLB campak ditetapkan jika ada minimal dua kasus konfirmasi laboratorium positif campak dengan bukti hubungan epidemiologis, dan ini langsung kami tindak lanjuti,” kata Plt. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Ratna Sari di Jakarta, Senin (15/9).

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan merilis surat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus dan KLB campak di Indonesia pada 29 Agustus 2025 terkait 46 KLB campak di 42 kabupaten dan kota di Indonesia.

Dari data tersebut, menurut Ratna, terdapat dua wilayah di Jakarta dengan KLB campak, yakni Jakarta Utara dan Jakarta Barat, dengan temuan lebih dari dua kasus campak di kedua daerah itu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan setelah adanya penemuan kasus, pihaknya langsung melakukan survei cepat komunitas (SCK) pada 8 Agustus 2025.

Selain itu, pihaknya juga berkonsultasi ke Dinas Kesehatan untuk tindak lanjut Outbreak Response Immunization (ORI) untuk mengendalikan wabah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sesuai dengan arahan Kemenkes.

Dia memaparkan Imunisasi kejar pada anak usia 9 bulan hingga 59 bulan dan Usia Sekolah 7 tahun hingga 13 tahun dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 3 September 2025.

Untuk Kelurahan Semper Barat, sambung dia, hingga Rabu (3/9), sebanyak 256 anak telah menerima imunisasi tersebut.

“Total capaian untuk imunisasi mencapai 109,8 persen,” ujar Ratna.

Di samping imunisasi kejar, Sudin Kesehatan Jakarta Utara melalui petugas dan kader juga melakukan edukasi campak kepada masyarakat, guru dan orang tua.

Ratna menilai penyakit campak merupakan penyakit yang disebabkan morbilivirus dan ditularkan melalui udara, yang dapat berupa percikan dari mulut, sekresi hidung, maupun bersentuhan dengan benda terkontaminasi.

Dalam upaya pencegahan penularan campak, kata dia, dilakukan vaksinasi campak Rubella sesuai jadwal, yaitu MR1 untuk bayi 9 bulan, MR2 untuk balita 18 bulan, dan MR3 untuk anak kelas 1 SD.

“Kemudian, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan jika ada anak bergejala ruam, agar datang ke fasilitas kesehatan yang ada,” tutur Ratna. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.