Warisan Geologi Kelas Dunia Geopark Sianok-Maninjau akan Dikembangkan Lewat 3 Pilar Utama
📅 Jumat, 20 Jun 2025, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Geopark Nasional Sianok-Maninjau yang baru saja diverifikasi badan PBB dan memenuhi syarat menjadi bagian UNESCO Global Geopark, dikembangkan melalui tiga pilar utama.
Manajer Umum Badan Pengelola Geopark Nasional Sianok-Maninjau Zuhrizul dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (19/6), mengatakan bahwa pilar pertama adalah konservasi lingkungan dan warisan geologi, kemudian edukasi dan riset yang memperkaya literasi publik. Terakhir adalah ekonomi berkelanjutan yang menyejahterakan masyarakat lokal.
"Kita punya geoheritage kelas dunia, mulai dari patahan Semangko hingga sistem kaldera Danau Maninjau yang menyimpan jejak peradaban dan potensi edukatif," kata Zuhrizul.
Kawasan itu tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan literasi geologis yang luar biasa, yang saling terhubung dan memberi makna terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
Salah satu bukti kuatnya, kata Zuhrizul, adalah keberadaan Eviden of The Great Fault Sumatra atau Sesar Besar Sumatera. Sesar ini merupakan sesar geser dekstral sepanjang sekitar 1.900 km yang terbentuk akibat zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kawasan taman bumi ini juga mencakup Danau Maninjau, danau vulkanik yang terbentuk dari letusan dahsyat gunung api purba.
Letusan gunung api itu memuntahkan material piroklastik yang membentuk kaldera raksasa, yang kemudian terisi air dan menjadi danau. Tanah vulkanik di sekitarnya kini menjadi media yang subur.
Anggota tim pakar geologi Geopark Nasional Sianok-Maninjau Bodal mengatakan bahwa proses vulkanik yang membentuk Danau Maninjau tidak hanya menciptakan keindahan lanskap, tapi juga potensi penelitian geologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini adalah laboratorium alam hidup yang harus terus dijaga dan dimanfaatkan secara bijak," katanya.
Ketua Badan Pengelola Geopark Nasional Sianok-Maninjau Fadli mengemukakan pentingnya menyusun narasi geologi kawasan yang mudah dipahami berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.
"Salah satu tantangan utama kita adalah menyatukan cerita ilmiah dari setiap geosite agar bisa diakses masyarakat luas," kata Fadli, yang juga dosen geologi di Universitas Negeri Padang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!