Warga Gayo Lues Yakin Lahan Pertanian Segera Pulih
📅 Kamis, 19 Mar 2026, 10:15 WIB | Oleh: SriyonoGAYO LUES - Warga Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, tetap optimistis sektor pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan itu pulih usai dihantam banjir bandang disertai tanah longsor.
Kepala Desa Agusen, Ramadhan saat ditemui di rumahnya, Kamis (19/3), mengatakan sebagian besar warga berprofesi sebagai petani kopi, kemiri, dan tanaman pangan padi.
Sekitar 25 hektare sawah dan 43 hektare lahan kopi - kemiri di Desa Agusen rusak terdampak bencana sehingga berdampak signifikan bagi penghasilan warga setempat.
Meski demikian, kata dia, semangat warga untuk kembali bertani tidak surut bahkan sebagian mulai membersihkan lahan secara bertahap.
Ramadhan menuturkan usulan pemulihan lahan telah disampaikan kepada pemerintah daerah kemudian diteruskan ke pemerintah pusat salah satunya Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan komitmen dukungan pemerintah itu, ia menyakini lahan pertanian warga dapat segera pulih dan kembali produktif seperti sebelumnya.
Ramadhan berharap pemulihan lahan juga diikuti jaminan penyerapan hasil panen dapat segera direalisasikan, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Marina (23), warga penyintas banjir Desa Agusen sekaligus petani kopi menambahkan, sektor kopi menjadi andalan ekonomi mereka dengan potensi hasil yang cukup besar, lebih dari 10 ton per hektare kopi robusta gayo setiap musim panen sebelum bencana melanda November 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lahan perkebunan kopi di desa yang berada di dataran tinggi Gayo pada ketinggian 1.079 MDPL itu dalam kondisi hampir kembali menjadi hutan karena tidak ada yang merawat usai ditinggalkan mengungsi lebih dari tiga bulan lalu dan akses jalan - jembatan rusak.
Tapi Marina mengungkapkan bahwa saat ini secara umum kondisi sudah membaik, akses sudah terhubung hingga sebagian petani kopi di Desa Agusen beberapa hari yang lalu berhasil panen meski hasilnya terbatas.
Namun tak sedikit pula petani saat ini belum bisa kembali meladang walaupun sudah pulang ke desa sejak sebulan yang lalu.
Hal ini dikarenakan akses jalan menuju ke kebun yang jauh dari permukiman tertutup longsor susulan dan tidak ada peralatan pendukung untuk memanen. Marina termasuk petani yang mengalami kondisi ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!