Wagub Rano Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema, Siapkan Insentif Pajak Rp84 Miliar buat Produser
📅 Jumat, 03 Apr 2026, 01:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri Jakarta Youth Film Festival 2026 yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (2/4). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong akselerasi ekonomi kreatif di ibu kota.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Film Nasional yang menyoroti peran strategis industri film dalam pembangunan ekonomi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat subsektor ini sebagai salah satu motor penggerak baru yang potensial di masa depan.
Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa industri film memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi. Ia juga menyoroti kendala klasik yang masih dihadapi, yakni minimnya dukungan pembiayaan dari sektor perbankan.
"Selama puluhan tahun saya berkecimpung di dunia film, belum ada perbankan yang secara serius membiayai industri ini karena dianggap berisiko tinggi. Padahal, kekuatan utama industri kreatif adalah kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang memiliki nilai sangat besar," ujarnya.
Data tahun 2024 mencatat jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang dengan dominasi sebesar 85 persen untuk film nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa industri film Indonesia semakin kuat dan memiliki peluang ekonomi yang signifikan di pasar domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano Karno juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus memberikan dukungan konkret bagi industri perfilman. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembentukan Jakarta Film Commission serta penguatan kebijakan fiskal yang berpihak pada pelaku industri.
"Kami masih memiliki dana insentif pajak tontonan sekitar Rp84 miliar yang akan dikembalikan kepada produser untuk mendorong produksi film. Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai kota sinema. Dengan dukungan fiskal yang ada, saya yakin hal tersebut dapat terwujud," jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta turut mendukung inisiatif Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan festival ini. Jakarta Youth Film Festival dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ajang perfilman bertaraf internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam memperkuat fondasi industri film ke depan.
"Industri film memiliki multiplier effect yang besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor, seperti pariwisata, kuliner, transportasi, hingga fesyen. Kegiatan ini juga menghadirkan pemutaran film pendek dan talk show bersama insan perfilman nasional, seperti Riri Riza dan Prilly Latuconsina," ujarnya.
Mengusung tema "Jakarta Kota Kita", festival ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya kreatif berbasis perspektif lokal. Selain itu, ajang ini juga memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan kompetitif di bidang ekonomi kreatif.
Kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku industri, dan komunitas kreatif akan terus diperkuat melalui pendekatan pentaheliks. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem perfilman yang berkelanjutan dan mampu bersaing di level internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!