Viral Pengeroyokan Guru Oleh Siswa di SMKN 3 Tanjab Timur, Gubernur Jambi Janji Usut Tuntas
📅 Jumat, 16 Jan 2026, 03:46 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Agus Suprayitno
KOTA JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris menurunkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta secara objektif terkait aksi anarkis sejumlah siswa terhadap seorang guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) Agus Saputra pada Selasa (13/1) lalu.
Langkah ini diambil menyusul insiden kekerasan yang dinilai mencoreng dunia pendidikan dan memicu perhatian publik.
"Sudah diperintahkan tim dari Diknas provinsi turun kesana (hari ini), kita lihat nanti bagaimana hasilnya, saya ingin masalah ini tidak melebar kemana-mana. Kejadian itu sangat disesali terjadi," kata Al Haris di Jambi, Kamis.
Menurut gubernur, peristiwa pengeroyokan seharusnya tidak terjadi karena hal itu sama mencoreng dunia pendidikan. Seharusnya masalah seperti itu bisa di selesaikan melalui jalan damai (kekeluargaan).
"Karena kita ingin bahwa dunia pendidikan tidak boleh ada yang mencoreng. Jadi saya kira ini insiden yang saya anggap kurang baik di dunia pendidikan. Kalau gurunya salah, kita akan beri sanksi," tegas dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Guru SMKN 3 Tanjab Timur, Agus Saputra korban pengeroyokan itu menjelaskan kejadian tersebut berawal ketika salah satu siswa di dalam kelas menegur dirinya dengan bahasa tidak wajar.
Saat itu dia sedang berada di luar ruangan, lalu mendengar perkataan dari seorang siswa yang di nilai tidak wajar, ia langsung menghampiri ruang kelas asal sumber suara itu.
"Setelah itu saya masuk ke kelas, saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu. Dia (siswa) langsung menantang saya, akhirnya saya seketika menampar muka (wajah) dia," terang Agus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lanjut dia, pada saat jam istirahat siswa itu kembali menghampiri dirinya dengan mengeluarkan kalimat menantang, saat itu terjadi adu mulut hingga akhirnya terjadi aksi pengeroyokan terhadap dirinya.
Terkait senjata (sabit) yang dibawanya, Agus mengaku bahwa senjata itu aset sekolah, mengingat sekolah itu merupakan sekolah kejuruan konsentrasi di bidang pertanian (SMK Pertanian, red).
Senjata yang ia genggam, tujuannya hanya untuk memberikan teguran agar mereka membubarkan diri.
"Saya pakai itu hanya untuk menggertak mereka agar bubar, tidak ada niat lain selain itu. Kalau tidak seperti itu, mungkin ada kejadian buruk lagi menimpa saya," terang dia lagi.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi, Nanang Sunarya secara organisasi menyayangkan tindakan kekerasan siswa kepada guru. Menyesali adanya ucapan atau ujaran yang menyakiti perasaan siswa.
Nanang meminta kepada tenaga pendidik menjaga pola komunikasi, dan tindakan agar senantiasa mencerminkan keteladanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!