Target Presiden Prabowo di Aceh: Transisi Cepat dari Hunian Sementara Menuju Hunian Tetap
📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 19:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah menegaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera kini memasuki fase lanjutan dengan fokus pada pembangunan permanen. Hal ini ditegaskan usai Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi penyintas di Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026).
Meski sejumlah indikator pemulihan menunjukkan progres signifikan, pemerintah mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Fokus utama saat ini adalah memastikan transisi dari hunian sementara menuju hunian tetap berjalan optimal.
"(Sebenarnya) ada beberapa tempat yang kami siapkan, tapi beliau memilih tempat yang ada pengungsinya, yaitu masjid di huntara yang dibangunkan Danantara. Alhamdulillah kita tahu semua berjalan dengan lancar," ujar pejabat terkait.
Langkah tersebut mencerminkan pendekatan pemerintah yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga berbasis kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Kehadiran langsung di lokasi pengungsian menjadi bagian dari upaya memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran.
Dalam tahap lanjutan ini, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak. Selain itu, percepatan relokasi warga yang masih berada di tenda darurat juga menjadi target utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data terbaru menunjukkan masih terdapat puluhan kepala keluarga yang belum menempati hunian layak. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat penyediaan tempat tinggal yang lebih permanen dan aman.
"Beliau memberikan apresiasi karena sudah mendekati normalitas. Kami akan terus bekerja untuk menyelesaikan beberapa persoalan lain," ujar pejabat tersebut.
Selain hunian, pembangunan infrastruktur permanen seperti jalan, jembatan, dan normalisasi sungai juga menjadi perhatian utama. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah juga menargetkan pemulihan sektor produktif masyarakat yang terdampak, termasuk tambak dan lahan pertanian. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan sumber penghasilan warga secara berkelanjutan.
"Kita juga akan bekerja keras untuk proses berikutnya yaitu hunian tetap, baik yang insitu oleh BNPB maupun yang komunal," ujar pejabat tersebut.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah terdampak mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pasar tradisional kembali beroperasi dan dipadati masyarakat yang beraktivitas seperti biasa.
Pemulihan layanan dasar seperti listrik, kesehatan, dan pendidikan juga telah berjalan di sebagian besar wilayah terdampak. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat proses normalisasi kehidupan masyarakat.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa proses rehabilitasi tidak berhenti pada pemulihan awal saja. Tahap berikutnya akan difokuskan pada pembangunan yang lebih berkelanjutan dan tahan terhadap risiko bencana.
"Ini adalah atensi beliau yang luar biasa di momentum yang sangat suci di bulan Ramadan," ujar pejabat tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!