Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: 50% Saran Medis dari Chatbot AI Menyesatkan Pengguna

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Studi: 50% Saran Medis dari Chatbot AI  Menyesatkan Pengguna Doc: Antara
Ket. Ilustrasi manusia dan robot.

SAN FRANCISCO – Menurut sebuah studi terbaru, sekitar setengah dari chatbot berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memberikan saran medis yang menyesatkan kepada pengguna, menyoroti risiko kesehatan dari teknologi yang semakin menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari.

Para peneliti dari Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris telah mengevaluasi lima platform populer – ChatGPT, Gemini, Meta AI, Grok, dan DeepSeek – dengan mengajukan 10 pertanyaan kepada masing-masing platform yang mencakup lima kategori kesehatan.

Dari total tanggapan, sekitar 50 persen dianggap bermasalah, termasuk hampir 20 persen yang sangat bermasalah, menurut temuan yang dipublikasikan minggu ini di jurnal medis BMJ (British Medical Journal) Open.

Menurut penelitian tersebut, chatbot menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik pada pertanyaan tertutup dan pertanyaan terkait vaksin dan kanker, dan lebih buruk pada pertanyaan terbuka dan di bidang seperti sel punca dan nutrisi.

Para peneliti mengatakan bahwa jawaban sering kali diberikan dengan percaya diri dan yakin, meskipun tidak ada chatbot yang menghasilkan daftar referensi yang lengkap dan akurat sebagai respons terhadap pertanyaan apa pun.

Hanya ada dua penolakan untuk menjawab pertanyaan, keduanya dari Meta AI.

Hasil penelitian ini menyoroti kekhawatiran yang semakin meningkat tentang bagaimana orang menggunakan platform AI generatif, yang tidak berlisensi untuk memberikan nasihat medis dan tidak memiliki kemampuan penilaian klinis untuk membuat diagnosis.

Pertumbuhan pesat chatbot AI telah menjadikannya alat populer bagi orang-orang yang mencari panduan tentang penyakit mereka, dan OpenAI menyatakan bahwa lebih dari 200 juta orang mengajukan pertanyaan kesehatan dan kebugaran kepada ChatGPT setiap minggu.

Platform tersebut mengumumkan pada bulan Januari alat kesehatan untuk pengguna umum dan klinisi, dan Anthropic mengatakan pada bulan yang sama produk Claude mereka meluncurkan penawaran perawatan kesehatan baru.

Para penulis studi BMJ Open mengatakan bahwa risiko utama dari penerapan chatbot tanpa edukasi dan pengawasan publik adalah bahwa chatbot dapat memperkuat informasi yang salah.

Temuan tersebut "menyoroti keterbatasan perilaku penting dan perlunya mengevaluasi kembali bagaimana chatbot AI digunakan dalam komunikasi kesehatan dan medis yang berinteraksi langsung dengan publik," tulis mereka.Sistem-sistem ini dapat menghasilkan “respons yang terdengar berwibawa tetapi berpotensi salah”, tulis mereka. SB/BLOOMBERG

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.