Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sri Sultan Dorong Penegakan ODOL Berbasis Edukasi dan Keadilan

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Sri Sultan Dorong Penegakan ODOL Berbasis Edukasi dan Keadilan Doc: Dok. Pemda DIY

YOGYAKARTA - Praktik kelebihan dimensi dan muatan pada kendaraan angkutan barang atau Over Dimension Over Loading (ODOL) masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko kecelakaan dan kerusakan jalan di Indonesia. Kondisi ini menuntut langkah tegas pemerintah dalam menegakkan regulasi angkutan jalan secara konsisten agar keselamatan dan keadilan dapat terjamin di seluruh sistem transportasi darat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) 2025 yang digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (14/10). Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan bahwa praktik ODOL membawa dampak negatif ganda, baik terhadap keselamatan pengguna jalan maupun terhadap infrastruktur yang menjadi aset publik.

“Untuk itu, saya ingin menyampaikan beberapa hal dalam upaya penegakan regulasi angkutan jalan untuk mengatasi ODOL. Pertama, pentingnya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat dan seluruh pelaku transportasi darat. Edukasi bukan hanya soal memberi tahu apa yang salah, tetapi menumbuhkan pemahaman mengapa sesuatu itu harus benar,” ujar Sri Sultan.

Ia menambahkan, penegakan hukum tidak akan bermakna tanpa kesadaran. Hukum, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pencerahan agar kepatuhan muncul dari pemahaman. “Pemahaman yang utuh tentang bahaya ODOL—mulai dari risiko kecelakaan, kerusakan infrastruktur, hingga kerugian ekonomi nasional—akan melahirkan kepatuhan yang tumbuh dari kesadaran,” ungkapnya.

Sri Sultan juga menegaskan pentingnya keadilan dalam implementasi regulasi angkutan jalan. Hukum yang adil, katanya, tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menegakkan martabat manusia. Penegakan hukum harus menyentuh semua pihak yang terlibat, bukan hanya pengemudi, tetapi juga pemilik kendaraan, pemilik barang, hingga aparat pengawas.

“Kita tidak sedang mencari siapa yang bersalah, tetapi sedang membangun sistem yang bertanggung jawab. Selanjutnya, perlu pula penguatan budaya keselamatan berlalu lintas. Keselamatan harus tumbuh menjadi habitus sosial, bukan sekadar slogan di spanduk atau pasal dalam undang-undang,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Sri Sultan mengusulkan pemanfaatan teknologi digital dalam sistem transportasi darat. Menurutnya, teknologi dapat menjadi instrumen keadilan dan transparansi melalui penerapan sistem penimbangan otomatis, kamera pengawas digital, serta integrasi data kendaraan secara daring. Dengan cara ini, pengawasan dapat dilakukan secara objektif, akurat, dan real-time.

“Teknologi memberi kita kemampuan untuk melihat secara lebih luas dan bertindak secara lebih bijaksana, menciptakan sistem transportasi darat yang tidak hanya efisien, tetapi juga manusiawi dan berkeadilan. Saya berharap Mukernas IV ORGANDA tahun 2025 ini menjadi ajang untuk merumuskan solusi strategis terkait isu ODOL dan keselamatan transportasi darat,” kata Sri Sultan.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, menyampaikan bahwa persoalan ODOL telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Menurutnya, dari sisi regulasi sudah cukup kuat, tinggal bagaimana penegakan hukumnya dilakukan secara optimal. Ia menambahkan bahwa pada 2017 lalu, pemerintah telah meluncurkan program Zero ODOL.

“Kami telah merumuskan rencana aksi nasional penanganan ODOL yang terdiri dari sembilan langkah. Pertama, integrasi pendataan angkutan barang menggunakan sistem elektronik. Selanjutnya dilakukan pengawasan, pencatatan, dan penindakan kendaraan angkutan barang,” jelas Aan.

Ia menambahkan, aksi lainnya mencakup penguatan aspek ketenagakerjaan dengan standar kerja yang layak, deregulasi dan harmonisasi peraturan untuk meningkatkan efektivitas penegakan Zero ODOL, serta pembentukan komite percepatan pengembangan konektivitas nasional lintas moda transportasi, termasuk sektor logistik. “Semoga persoalan ODOL ini dapat segera teratasi dan penegakan hukum dapat dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

Ketua Umum DPP ORGANDA, Adrianto Djokosoetono, menilai Mukernas menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian dan memperkuat arah perjuangan organisasi ke depan. Salah satu isu yang masih perlu mendapat perhatian, katanya, ialah penguatan sistem angkutan umum massal di tengah tantangan regulasi yang semakin terbuka.

“Angkutan umum menjadi salah satu industri yang terbuka. Dan semoga lewat Mukernas ini dapat dihasilkan keputusan yang konstruktif untuk kemajuan bersama—baik bagi pengusaha, operator, maupun masyarakat pengguna jasa—sehingga angkutan darat bisa lebih efisien dengan keselamatan yang tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.