Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendadak ‘Padel’, Olahraga ‘Hybrid’ Tenis dan Squash yang Lagi Ngetren di Jakarta

📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 20:20 WIB | Oleh:
Mendadak ‘Padel’, Olahraga ‘Hybrid’ Tenis dan Squash yang Lagi Ngetren di Jakarta Doc: ANTARA/M Agung Rajasa
Ket. Pemain padel mengembalikan bola ke arah lawan saat Turnamen Padel pertama di Padel Culture Club, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/2).

JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel mulai mencuri perhatian masyarakat urban di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Perpaduan antara tenis dan squash ini semakin populer di kalangan anak muda, komunitas olahraga sosial, hingga para profesional yang menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama di beberapa kota besar di Indonesia.

Menurut Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), The International Padel Federation (FIP) menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-6 sebagai negara dengan perkembangan padel paling pesat di Asia Tenggara dan ke-29 di dunia.

Saat ini, Indonesia telah memiliki Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) yang juga telah bergabung dengan FIP. Berbagai kompetisi padel juga sudah digelar, termasuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).

Padel dikenal sebagai olahraga yang menyenangkan, mudah dipelajari pemula, namun tetap menantang untuk dimainkan secara kompetitif. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap olahraga ini, berbagai fasilitas padel kini hadir di Jakarta dengan beragam layanan dan program pelatihan.

Padel merupakan permainan ganda di lapangan berukuran 10 x 20 meter, dikelilingi oleh dinding kaca seperti squash.  Saat ini di Jakarta sudah ada beberapa lapangan padel yang jumlahnya makin bertambah seiring dengan menjamurnya klub padel.

Sekilas, olahraga ini mirip dengan tenis dalam hal bentuk raket, bola, dan lapangan. Raket padel tidak memiliki senar seperti raket tenis dengan bentuk menyerupai bet tenis meja dengan permukaan berlubang, sementara bolanya menyerupai bola tenis, dimensi lapangannya lebih kecil, dan bolanya lebih ringan. Selain itu, aturan main padel juga berbeda dari tenis.

Skor permainan menggunakan sistem 0-15-30 seperti tenis, dan strategi serta kelincahan menjadi kunci utama kemenangan.

Di Indonesia, padel terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sosial. Komunitas padel bermunculan dan menggelar turnamen, sesi latihan bersama, hingga kegiatan sosial yang mempererat interaksi lintas usia dan profesi.

Lewat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sponsor, olahraga padel diprediksi akan terus tumbuh dan memberi warna baru dalam dunia olahraga nasional.

Mengutip dari berbagai sumber, olahraga ini berasal dari Acapulco, Meksiko, dan diciptakan oleh Enrique Corcuera pada 1969, mulai berkembang di Spanyol dan Argentina pada era ‘70-an.

Bona Palma, pendiri komunitas padel PAUD (Padel Aja Udah) di Jakarta, mengungkapkan bahwa padel mulai dikenal di Indonesia sekitar akhir 2019 dan awal 2020.

"Masuk pertama kali via ekspatriat, pelajar, dan pekerja Indonesia yang mengenal padel di Eropa atau Amerika Latin, serta wisatawan asing yang berkunjung. Pertama kali masuk dan besar di Bali, hingga akhirnya mewabah di Jakarta," ungkap dia  kepada DW Indonesia.

Menurut Bona, olahraga ini menjadi kian karena faktor fleksibilitas, kemudahan, kesenangan, dan manfaat kesehatan adalah faktor utama. Sebagai olahraga baru di Indonesia, kata dia, padel memiliki karakteristik yang cukup menarik buat orang yang mencari alternatif olahraga baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.