Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gebrakan di Simeulue: Kementan Gratiskan Bajak Sawah Ribuan Hektare

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gebrakan di Simeulue: Kementan Gratiskan Bajak Sawah Ribuan Hektare Doc: ANTARA/HO-Pemkab Tanah Datar.
Ket. Program layanan bajak sawah gratis di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.

BANDA ACEH - Program bajak sawah gratis sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi beban biaya produksi bagi petani, dan mendukung ketahanan pangan nasional. 

Program ini membantu mempercepat dan mengefisienkan persiapan lahan, sehingga petani dapat lebih fokus pada penanaman dan perawatan tanaman. 

Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, karena mereka mendapatkan bantuan dalam proses membajak sawah. 

Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan program bajak sawah gratis di lahan seluas 4.018 ha di Pulau Simeulue, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, guna meningkatkan ketahanan pangan di kabupaten kepulauan tersebut.

Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris di Simeulue, Aceh, Selasa (27/5), mengatakan program bajak sawah gratis tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada para petani dalam menghadapi tantangan biaya produksi yang tinggi terutama saat mengolah sawah.

"Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan," katanya.

Menurut Bupati, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan penghasil padi di Kabupaten Simeulue.

Bajak sawah gratis dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinas Pertanian Kabupaten Simeulue dan kelompok tani.

"Pelaksanaannya menggunakan alat dan mesin pertanian bantuan Kementan seperti traktor roda dua dan roda empat yang telah mulai dioperasikan sejak beberapa waktu lalu," kata Nasrun.

Ia juga menegaskan program bajak sawah gratis dari Kementan ini menjadi komitmen bersama bagi Pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Menurut Nasrun, selain program bajak sawah gratis, Kementan juga memberikan bantuan alat mesin pertanian seperti traktor roda empat yang diserahkan kepada brigade pangan.

"Kami juga berharap Kementan membantu pabrik pengolahan padi modern untuk mempercepat pengolahan padi, sehingga pasokan kebutuhan beras di Kabupaten Simeulue bisa terpenuhi serta perekonomian warga Simeulue bisa lebih baik lagi," katanya.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak 1999 dengan penduduk sekitar 94 ribuan jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.