Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semoga Makin Meningkat, Indonesia-Tiongkok Punya Kontrak Ekspor Produk Perikanan 25 Juta Dolar AS

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Makin Meningkat, Indonesia-Tiongkok Punya Kontrak Ekspor Produk Perikanan 25 Juta Dolar AS Doc: ANTARA/Sinta Ambar
Ket. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) dan Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Budi Sulistiyo (kanan) dalam pekepasan ekspor 243 ton hasil perikanan menuju Fuzhou dan Xiamen, China dari Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (9/11/2023).

Jakarta - Semoga makin meningkat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan Indonesia memiliki kontrak ekspor hasil perikanan dengan Tiongkok sebesar 25 juta dolar AS hingga 2024 mendatang.

"Kontraknya sekitar 25 juta dolar AS. Ini cukup bagus. Sampai tahun depan (2024), tapi harusnya ini bisa kita besarkan terus," ujarnya saat ditemui di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis.

Trenggono memaparkan, komoditi yang diekspor ke Tiongkok meliputi cumi, ikan pakis, tuna, udang, kepiting, bawal, kerapu hingga layur.

Trenggono juga menuturkan, ekspor produk perikanan dalam negeri pada 2022 membukukan capaian sebesar 6,2 miliar dolar AS dengan pasar utama Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang.

Sementara capaian ekspor hingga saat ini sudah mencapai 4,3 miliar dolar AS. Meski belum menyaingi capaian pada 2022 lalu, dirinya yakin dengan waktu yang tersisa jelang akhir 2023 ini capaian ekspor dapat terus digenjot.

"Yang sudah dicapai tahun 2022 itu ada 6,2 miliar dolar AS. Sekarang sudah 4,3 miliar dolar AS. Jadi memang turun sedikit ya, tapi kita masih ada beberapa bulan ini, saya kira kita masih bisa kejar minimal sama (dengan tahun 2022)," imbuhnya.

Penurunan ekspor produk boga bahari ke negeri Tirai Bambu ini dinilainya karena penurunan permintaan dari pasar internasional, sementara permintaan hasil perikanan dalam negeri masih tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Budi Sulistiyo mengungkapkan, target ekspor hasil perikanan pada 2023 sebesar 6,7 miliar dolar AS.

Soal penurunan ekspor, dia mengungkapkan hal ini disebabkan sejumlah negara tengah memasuki masa pemulihan ekonomi.

"Ini kegiatan perdagangannya agak mengalami perlambatan karena masing-masing negara sedangrecoveryekonominya," ujarnya.

Dengan persoalan itu, pihaknya menyiapkan strategi untuk mendorong pemanfaatan atau konsumsi ikan di Indonesia. Sehingga ini hasil perikanan juga dapat menjadi nilai ekonomi, terserap di dalam negeri.

Tidak hanya mengandalkan ekspor, lanjut Budi, namun juga masyarakat ini juga melakukan pembelian ikan, melakukan promosi-promosi, kemudian menggabungkanbusiness matchingantara asosiasi jasa boga, perhotelan, dan sebagainya kepada masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.