Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sawahlunto Perkuat Literasi Digital Siswa untuk Cegah Ancaman Siber

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 15:43 WIB | Oleh:
Sawahlunto Perkuat Literasi Digital Siswa untuk Cegah Ancaman Siber Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Sawahlunto
Ket. Tim penyuluhan literasi digital pelajar Diskominfo Sawahlunto bersama para pelajar SMP.

SAWAHLUNTO -- Pemerintah Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat memperkuat literasi digital siswa sekolah menengah pertama untuk mencegah ancaman siber seperti kebocoran data, penipuan daring, dan penyebaran informasi yang tidak benar.

Langkah tersebut dilakukan melalui program edukasi keamanan informasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat di era digital.

Kepala Bidang Layanan E-Government, Pengelolaan Infrastruktur dan Persandian Diskominfo Sawahlunto Egi Delvita, di Sawahlunto, Rabu, mengatakan penguatan literasi digital menjadi langkah preventif dalam menghadapi meningkatnya risiko keamanan informasi.

“Keamanan informasi bukan hanya soal teknis, tetapi lebih pada kesadaran pengguna dalam menjaga data dan aktivitas digitalnya,” kata dia.

Ia menyebut pelajar menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi digital, namun juga paling rentan terhadap berbagai ancaman siber.

Materi edukasi difokuskan pada penguatan keamanan akun, kesadaran jejak digital, pengenalan phishing dan rekayasa sosial, serta perlindungan data pribadi.

Program tersebut telah dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SMP 1, SMP 2, dan SMP 3, dan akan dilanjutkan secara bertahap ke seluruh sekolah tingkat SMP di Kota Sawahlunto.

Selain aspek edukasi, program tersebut juga diarahkan untuk menekan potensi perundungan siber, penyebaran hoaks, serta penyalahgunaan data pribadi di kalangan pelajar.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan generasi muda di ruang digital.

Ia menyebut penguatan literasi digital di tingkat daerah juga melengkapi kebijakan pemerintah pusat dalam melindungi anak dan remaja dari dampak negatif internet dan media sosial.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami melengkapi program pemerintah pusat dalam melindungi generasi muda, termasuk melalui kebijakan seperti PP Tunas yang mengatur perlindungan anak di ruang digital,” katanya.

Selain itu, ia menyarankan agar program literasi digital tersebut ke depan dapat disinkronkan dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk menjangkau lebih luas generasi muda di lingkungan masyarakat.

Pemerintah Kota Sawahlunto menilai penguatan literasi digital menjadi bagian dari strategi menjaga keamanan informasi dan ketahanan masyarakat di tingkat daerah.

Ke depan, program tersebut akan terus diperluas sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan informasi dan adaptasi terhadap perkembangan ancaman siber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.