Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rabu Tanpa Beras dan Terigu, Pemkot Pangkalpinang Galakkan Pangan Lokal

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 20:21 WIB | Oleh:
Rabu Tanpa Beras dan Terigu, Pemkot Pangkalpinang Galakkan Pangan Lokal Doc: ANTARA/Aprionis
Ket. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal di Pangkalpinang, Selasa (12/5).

PANGKALPINANG, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG - Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggaungkan program Rabu Tanpa Beras dan Terigu, guna meningkatkan kualitas dan konsumsi pangan lokal masyarakat di daerah itu.

"Masyarakat setiap Rabu didorong tidak mengkonsumsi pangan lokal nonberas dan diganti dengan ikan, sayur, buah dan kacang-kacangan," kata Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Yiyi Zilaida Dwitri di Pangkalpinang, Selasa (12/5).

Ia mengatakan, Gerakan Rabu Tanpa Beras dan Terigu (BT) ini untuk meningkatkan kualitas pangan, mengurangi ketergantungan pasokan beras dan mengendalikan inflasi dengan mengganti konsumsi karbohidrat pangan lokal nonberas.

"Makanan ringan masyarakat di Kota Pangkalpinang setiap Rabu ini tidak menggunakan bahan tepung beras, terigu tetapi pengembangan pangan lokal seperti olahan ikan, sayur, buah, umbi-umbian," katanya.

Menurut dia, potensi pangan lokal asli Pangkalpinang adalah singkong, ubi jalar dan jagung, sehingga perlu ditingkatkan pengolahan pangan lokal daerah ini, agar menjadi produk makanan bernilai tinggi.

"Kalau potensi pangan lokal ini hanya direbus tentu akan menimbulkan kebosanan dan tidak memiliki nilai tinggi," ujarnya.

Ia menyatakan, dalam meningkatkan konsumsi pangan lokal nonberas dan tepung terigu ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang terus meningkatkan keterampilan masyarakat khususnya ibu rumah tangga, PKK dan organisasi perempuan lainnya untuk mampu mengolah pangan lokal ini menjadi produk makanan kekinian yang bernilai ekonomi tinggi.

"Kita berharap dengan pelatihan pengolahan pangan lokal ini dapat mengoptimalkan Gerakan Rabu Tanpa Beras dan Tepung Terigu di daerah ini, sehingga dapat mengurangi konsumsi beras, makanan berbahan tepung beras, tepung terigu di daerah ini," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.