Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Cek Kesehatan Gratis Dapat Sambutan Luar Biasa dari Masyarakat

📅 Selasa, 11 Feb 2025, 03:03 WIB | Oleh:
Program Cek Kesehatan Gratis Dapat Sambutan Luar Biasa dari Masyarakat Doc: Istimewa
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.

Menkes mengungkapkan lebih dari 17 ribu warga memanfaatkan cek kesehatan gratis di seluruh Indonesia di hari pertama program itu bergulir.

SURABAYA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa lebih dari 17 ribu warga memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh Indonesia hingga pukul 11.00 WIB, yang diperkirakan terus bertambah hingga operasional puskesmas berakhir pukul 14.00 WIB.

“Sudah ada 17 ribu itu yang diperiksa di seluruh Indonesia,” kata Budi saat memantau program CKG di Puskesmas Manukan Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2).

Ia menyebut program yang digagas pemerintah pusat tersebut bertujuan agar masyarakat lebih sehat dengan langkah pemeriksaan awal atau deteksi dini tersebut.

Dengan adanya langkah deteksi dini, lanjutnya, diharapkan penanganan bisa dilakukan lebih awal dan biaya pengobatan pasien juga bisa ditekan.

“Semua macam penyakit, kanker, stroke, jantung, ginjal, itu sebenarnya penyakit kronis yang butuh waktu lima tahun sampai benar-benar parah. Kalau ketahuannya sejak dini, itu bisa ditangani dengan baik, jauh lebih murah juga,” jelasnya.

Budi menjelaskan inti dari program ini ialah bukan untuk mengobati masyarakat yang dalam kondisi sakit, tapi menjaga warga tetap sehat dengan deteksi dini.

Dalam cek kesehatan ini, warga akan menjalani minimal pemeriksaan tekanan darah, gula darah, lemak darah dan kolesterol.

Sementara itu, untuk pasien yang tidak memiliki ponsel, sehingga tidak dapat mendaftar pemeriksaan kesehatan gratis melalui aplikasi Satu Sehat tetap akan dilayani dalam program CKG. Sebagai alternatif, pasien dapat mengisi formulir digital melalui Google Form.

“Kita sebenarnya dari cek kesehatan ini bisa tahu profilnya. Feeling saya dari cek kesehatan itu kan seperti statistik, biasanya hanya diambil sampel 100 ribu atau 200 ribu jiwa. Kalau ini benar-benar seluruhnya, 280 juta jiwa penduduk Indonesia bisa kita lihat sebarannya,” ujar Budi.

Menurut Menkes, program CKG menjadi langkah strategis dalam mendeteksi dini penyakit kronis yang sering dianggap remeh, seperti hipertensi dan diabetes. “Padahal, jika tidak ditangani, empat hingga lima tahun ke depan bisa menyebabkan gangguan ginjal, kebutaan, kanker, hingga penyakit jantung yang berujung pada kematian,” tuturnya.

Menkes mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi Satu Sehat, karena dapat mempermudah pencatatan rekam medis dan mendukung proses profiling kesehatan nasional.

Ia menekankan bahwa jika dalam pemeriksaan ditemukan pasien dengan penyakit kronis, mereka akan segera dirujuk ke rumah sakit dan diwajibkan memiliki BPJS Kesehatan.

Program CKG diharapkan dapat meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia yang saat ini berada di kisaran 74 tahun. Diketahui, sebanyak 10.200 puskesmas telah siap melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.