Agar Ibu Hamil Tetap Sehat Hadapi Cuaca Kemarau Basah, Ikuti Kiatnya
📅 Selasa, 08 Jul 2025, 09:15 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Antara
JAKARTA - Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Dewi Ratih Hendarto Putri, SpOG, Subsp Obginsos, MSiMed. membagikan beberapa kiat bagi ibu hamil bisa menjaga kesehatan tetap prima menghadapi fenomena cuaca kemarau basah yang rentan menimbulkan penyakit.
Dokter yang juga tergabung dalam Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu menyebutkan mulai dari menjaga pola makan dan minum hingga membiasakan diri memakai masker saat berkegiatan di luar ruangan menjadi beberapa kiat yang bisa dijalankan.
"Pertama adalah mengonsumsi makanan seimbang sesuai prinsip my pregnancy plate, di mana 50 persen kecukupan dipenuhi dari sayur dan buah, 20 persen dari protein hewani dan nabati, dan 20 persen lainnya dari karbohidrat kompleks," kata dokter Ratih kepada ANTARA, Senin.
Pola makan ini juga harus diimbangi dengan hidrasi cairan yang cukup oleh ibu hamil dengan minimal asupan dalam sehari delapan gelas air sekitar 1,5 hingga 2 liter. Selain air, ibu hamil juga dapat menambah asupan cairan dengan konsumsi susu yang memiliki kandungan kalsium.
Agar lebih lengkap menjaga kesehatan di kondisi cuaca yang berubah drastis di kemarau basah, ibu hamil juga disarankan untuk memastikan aktivitas hariannya tidak terlalu menyebabkan kelelahan dan mengimbanginya dengan istirahat cukup.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi ibu hamil sebaiknya tidak terlalu lelah menjalankan aktivitas hariannya, tidak ada patokan seberapa melelahkan kegiatan atau kegiatan secukupnya itu. Ibu hamil sendiri yang harus mengukur kemampuannya untuk beraktivitas harian," ujarnya.
Apabila merasa membutuhkan kegiatan olahraga untuk menjaga kebugaran, ibu hamil juga bisa melakukan beberapa olahraga ringan seperti jalan kaki ringan dengan rutinitas yang bisa dibangun dua hingga tiga kali dalam satu pekan.
Biasanya kegiatan ini disarankan untuk ibu hamil di usia lima bulan hingga sekitar tujuh bulan. Meski begitu untuk olah raga memang harus disesuaikan dengan kondisi kehamilan karena progres kondisi setiap ibu hamil berbeda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan di luar ruangan terutama yang ramai dengan kerumunan juga sebaiknya dihindari terlebih dahulu oleh ibu hamil, karena di kondisi cuaca kemarau basah potensi peningkatan penyakit lewat penyebaran virus seperti flu dan batuk menjadi lebih tinggi.
Apabila ibu hamil harus menghadapi kondisi tersebut seperti saat menggunakan kendaraan umum maka ada baiknya ibu hamil membiasakan diri menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan.
"Jangan lupa untuk menggunakan masker, karena pada cuaca ekstrem seperti ini banyak sekali penyakit-penyakit yang menular yang meningkat akibat virus dan dapat menyerang tidak hanya masyarakat umum tapi juga ibu hamil," kata dokter yang juga pendiri dari klinik kesehatan BumilQ itu.
Kemarau basah menjadi fenomena yang berlangsung di Indonesia pada 2025 ini, dan mengacu pada situs website resmi Kementerian Kesehatan disebutkan fenomena ini dapat berdampak meningkatkan masalah kesehatan karena risiko penularan penyakit akibat virus maupun bakteri.
Masalah kesehatan ini dapat terjadi karena selama kemarau basah berlangsung kondisi udara yang lebih lembap dibandingkan cuaca kemarau normal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!