Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produk Makanan Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp40 Miliar di UEA        

📅 Senin, 03 Mar 2025, 20:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produk Makanan Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp40 Miliar di UEA         Doc: ANTARA
Ket. Peserta Indonesia saat mengikuti pameran Gulfood 2025, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada 19-21 Februari 2025.

JAKARTA– Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 2,5 juta dollar AS atau sekitar 40 miliar rupiah di pameran Gulfood 2025, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, menyampaikan hasil pameran ini menjadi bukti produk mamin Indonesia berhasil memenuhi standar global.

"Produk mamin Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu bersaing dengan produk negara lain. Gulfood merupakan ajang yang sangat tepat untuk dimanfaatkan sebagai ajang promosi karena menjanjikan eksposur tinggi ke pasar global," kata Dubes Husin dalam keterangan di Jakarta, Senin (3/3).

Tercatat lebih dari 45 perusahaan Indonesia, ambil bagian dalam pameran tersebut. Dari jumlah ini, lima di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang difasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai.

Berbagai produk yang ditampilkan, antara lain makanan ringan (snacks), biskuit, bahan makanan, seperti minyak nabati dan hewani, santan, rempah, dan produk-produk perikanan.

Kepala ITPC Dubai, Widy Haryono, mengatakan ikan kaleng menjadi primadona di antara berbagai macam produk mamin Indonesia yang dipamerkan.

Produk ini menghasilkan permintaan terbesar senilai 1,3 juta dollar AS. Negara asal pembeli terbesar, antara lain Irak, Iran, Suriah, Arab Saudi, dan Mesir.

Selain itu, produk biskuit berhasil menarik perhatian pembeli asal Palestina, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, UEA, dan Yaman. Kemudian, wafer mencatatkan permintaan dari pembeli asal UEA, Oman, Yaman, dan Nigeria.

Selanjutnya, kerupuk mendapat permintaan cukup tinggi dari UEA dan India,sedangkan produk mi instan mencatat permintaan yang tinggi dari UEA, India, dan Filipina.

"Minat yang kuat terhadap produk-produk Indonesia mencerminkan kepercayaan yang besar terhadap merek-merek Indonesia dan kemampuan mereka dalam memenuhi standar global. Hal itu menguatkan komitmen kami dalam mendorong produsen Indonesia berkompetisi di pasar internasional, meningkatkan kemitraan perdagangan, dan mengeksplorasi peluang-peluang baru,"kata Widy.

Pada 2024, total perdagangan Indonesia-UEA mencapai 5,05 miliar dollar AS atau meningkat 1,08 persen dibanding 2023. Ekspor Indonesia ke UEA senilai 3,06 miliar dollar AS, dan impor Indonesia dari UEA sebesar 1,99 miliar dollar AS dan Indonesia surplus perdagangan terhadap UEA senilai 1,07 miliar dollar AS.

Produk ekspor Indonesia ke UEA, antara lain barang perhiasan dan bagiannya, minyak kelapa sawit dan fraksinya, mobil dan kendaraan bermotor lainnya terutama yang dirancang untuk pengangkutan orang, kain tenunan dari benang filamen sintetik, serta kertas dan kertas karton tidak dilapisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.