Perekonomian Indonesia Mampu Tunjukkan Kinerja Impresif
📅 Senin, 12 Des 2022, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and/ones
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, menyatakan ekonomi Indonesia mampu menunjukkan pencapaian impresif di berbagai leading indicator di tengah tantangan kondisi ketidakpastian global saat ini. "Di tengah kondisi ketidakpastian dan eskalasi dampak the perfect storm global, perekonomian kita justru menunjukkan resiliensi dengan capaian impresif di berbagai leading indicator," katanya di Jakarta, Jumat (9/12).
Airlangga menuturkan pencapaian ini tidak terlepas dari serangkaian kebijakan extraordinary measures dengan konsep people first policy yang diambil pemerintah dalam program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Vaksinasi sebagai game changer dalam penanganan pandemi terus diakselerasi yang hingga saat ini tercatat telah dilakukan sebanyak lebih dari 445 juta dosis.
Hingga 6 Desember 2022, vaksinasi dosis pertama tercatat telah diberikan sebanyak 203.759.538 atau 86,83 persen dari target sedangkan dosis kedua sebanyak 174.345.886 atau 74,3 persen dari target.
Kemudian, dosis ketiga sebanyak 67.235.823 atau 28,65 persen dari target dan dosis keempat sebanyak 959.495 atau 4,17 persen dari target.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah juga telah melakukan vaksinasi booster kedua untuk lansia guna memitigasi dampak subvarian baru Omicron dan menetapkan PPKM Level 1 untuk semua kabupaten dan kota.
Seiring semakin terkendalinya kasus Covid-19, perekonomian nasional untuk 2022 mampu mencatatkan kinerja solid dengan pertumbuhan 5,72 persen (yoy) pada kuartal III atau 1,81 persen (qtq) dan tetap memiliki prospek untuk bertengger pada 5,2 persen (yoy) pada akhir tahun.
Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,39 persen (yoy) dan PMTB tumbuh 4,96 persen (yoy), sedangkan sektor transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan makanan minuman juga kembali pulih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prospek positif itu diperkirakan terus berlanjut pada 2023 yaitu ekonomi nasional diperkirakan tumbuh 5,3 persen (yoy) sejalan dengan skenario sejumlah lembaga internasional yang memprediksi ekonomi Indonesia tahun depan tumbuh 4,7 persen sampai 5,1 persen.
Tingkat Inflasi
Kondisi inflasi nasional yang sempat dipicu oleh kenaikan harga BBM pada September dan melaju hingga sebesar 5,71 persen pada Oktober pun relatif telah terkendali dan turun menjadi 5,42 persen pada November.
Tingkat inflasi Indonesia terhitung lebih baik dari banyak negara lainnya seperti Argentina 88 persen, Turki 85,5 persen, United Kingdom 11,1 persen dan Uni Eropa 10,7 persen.
"Artinya dengan tantangan yang sama, tapi Indonesia bisa mengelola lebih baik angka-angka tersebut walaupun di Indonesia kenaikan harga energi 'dibeli' oleh pemerintah," ujar Airlangga.
Menurutnya, perkembangan positif inflasi tidak terlepas dari pengaruh sinergi kebijakan yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!