Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1.500 Balita di NTT Dapat Intervensi Pencegahan Stunting, Pemprov Apresiasi Peran Swasta.

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 13:10 WIB | Oleh:
1.500 Balita di NTT Dapat Intervensi Pencegahan Stunting, Pemprov Apresiasi Peran Swasta. Doc: Antara Foto
Ket. Peluncuran "Festival Sehat Ceria Si Kecil, Anak Sehat Indonesia Hebat" dalam rangka hari anak nasional di Kupang, Kamis (23/7).

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengapresiasi pihak swasta yang turut membantu upaya pemerintah provinsi NTT dalam melakukan intervensi terhadap 1.500 balita guna mencegah meningkatnya angka stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT, drg. Iien Adriany, Kamis, di Kupang mengatakan NTT masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan stunting.

"Pemerintah Provinsi NTT mengapresiasi kolaborasi Apotek K-24 dan Sarihusada yang menghadirkan intervensi gizi melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga dapat membantu pemerintah mengatasi keterbatasan anggaran," katanya.

Hal ini disampaikannya dalam program "Festival Sehat Ceria Si Kecil, Anak Sehat Indonesia Hebat" di Aula El Tari yang dihadiri juga oleh Ketua PKK Provinsi NTT Asti Laka Lena.

Menurut dia kolaborasi antara pemerintah daerah dan swasta dapat menjadi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua PKK NTT Asti Laka Lena mengatakan intervensi dari Apotek K-24 dan Sarihusada dalam membantu penanganan stunting di NTT dilakukan di tiga daerah yakni di Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan serta Manggarai Barat, mengingat kedua wilayah tersebut angka stuntignya terbilang tinggi.

"Inikan intervensinya hanya tiga bulan, biasanya selama tiga bulan gizi anak-anak bagus, tetapi memasuki bulan berikutnya kembali turun lagi, karena kita harapkan ini terus berlanjut," ujar dia.

Sales Director Sarihusada Rizki Imam Ardhi mengatakan stunting merupakan persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan Indonesia.

Ia menjelaskan komitmen perusahaan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan pertumbuhan fisik anak, melainkan juga mendukung perkembangan kemampuan kognitif dan kesiapan belajar sebagai fondasi terbentuknya generasi yang lebih berkualitas.

Menurut Rizki, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi kepada keluarga, pemantauan pertumbuhan secara berkala, serta pemenuhan gizi yang memadai, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Sementara itu, Founder dan CEO Apotek K-24 dr. Gideon Hartono mengatakan stunting tidak boleh dipahami hanya sebagai kondisi anak yang memiliki tinggi badan di bawah standar usianya.

Ia menuturkan kondisi tersebut juga dapat memengaruhi perkembangan otak anak dan berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia pada masa depan, sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Limbah Galon Dimanfaatkan u...

Siswa di Kendari Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemulihan Fasilitas Pendidi...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.