Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyerapan Gabah Hasil Panen Petani di Kabupaten Penajam Capai 1.500 Ton

📅 Senin, 05 Mei 2025, 15:43 WIB | Oleh:
Penyerapan Gabah Hasil Panen Petani di Kabupaten Penajam Capai 1.500 Ton Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyono di Penajam, Kaltim, Senin (5/5).

KALIMANTAN TIMUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menyebutkan Perum Bulog hingga April 2025 telah menyerap gabah hasil panen petani sebanyak 1.500 ton.

“Bulog telah membeli sekitar 1.500 ton gabah kering panen (GKP) petani,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyono di Penajam, Kaltim, Senin (5/5).

Ia mengharapkan kebijakan pemerintah, yang telah mewajibkan Perum Bulog menyerap gabah petani, terus berlanjut. “Keberlanjutan penyerapan gabah merupakan faktor kunci dalam menciptakan pertanian yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Selain itu, keberhasilan penyerapan gabah hasil panen petani menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah pusat dalam menstabilkan harga dan melindungi petani dari tekanan pasar.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen mendampingi Perum Bulog dan petani agar proses penyerapan berjalan lancar, dengan terus memantau dan membantu agar proses penyerapan gabah tidak terkendala di lapangan.

Dengan demikian, lanjutnya, Petani lebih tenang dan tidak merugi, serta tidak kebingungan untuk menjual gabah kering panen, karena sudah pasti dibeli Perum Bulog dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Penyerapan yang konsisten oleh Bulog memberikan rasa aman bagi petani karena ada kepastian pasar dan harga yang layak,” katanya.

Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, para petani kerap kesulitan menjual gabah hasil panen ke pasar, sehingga saat panen raya terjadi surplus produksi membuat harga gabah turun.

Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare dengan menghasilkan 3-4 ton per hektare dalam satu kali panen.

Dalam satu tahun petani melakukan dua kali panen dan tercatat pada 2024 hasil panen padi mencapai sekitar 50.672 ton.

“Hampir setiap tahun produksi petani tanaman padi di Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami surplus,” ungkap dia.

Pada musim panen pertama 2025, panen padi petani ada kenaikan cukup signifikan mencapai 6,3 hingga 6,6 ton per hektare dibanding tahun lalu yang hanya 3,4 sampai 4 ton per hektare.

“Penyerapan gabah hasil panen petani oleh Perum Bulog berdampak signifikan bagi stabilitas harga dan jaminan pasar, karena ada jaminan pembelian hasil panen yang mampu menjaga harga tetap stabil dan menguntungkan petani,” sebut Mulyono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.