Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes: Ratusan WNI Dibebaskan oleh Jaringan Penipuan di Kamboja

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 02:15 WIB | Oleh:
Dubes: Ratusan WNI Dibebaskan oleh Jaringan Penipuan di Kamboja Doc: AFP/CHINA'S MINISTRY OF PUBLIC SECURITY
Ket. Foto yang dirilis Kementerian Keamanan  Publik Tiongkok pada 8 Januari lalu memperlihatkan sejumlah petugas menggiring bos penipuan daring bernama Chen Zhi (tengah) turun dari pesawat milik maskapai China Southern. Chen Zhi diekstradisi ke Tiongkok setelah ia didakwa oleh pemerintah AS atas penipuan daring miliaran dollar.

PHNOM PENH - Lebih dari 400 warga negara Indonesia (WNI) dibebaskan dari jaringan penipuan siber di Kamboja bulan ini, kata Jakarta pada Senin (19/1), setelah Phnom Penh mengumumkan penindakan baru menyusul penangkapan seorang terduga bos industri ilegal tersebut.

Para penipu yang beroperasi dari berbagai pusat di Asia tenggara, sebagian secara sukarela dan sebagian lagi diperdagangkan, memikat pengguna internet di seluruh dunia ke dalam hubungan asmara palsu dan investasi mata uang kripto, menghasilkan puluhan miliar dollar setiap tahunnya.

Ratusan warga negara asing telah meninggalkan kompleks yang diduga sebagai lokasi penipuan di seluruh Kamboja bulan ini seiring pemerintah berjanji untuk menghilangkan masalah yang terkait dengan perdagangan penipuan daring, yang menurut PBB mempekerjakan setidaknya 100.000 orang di Kamboja saja

“Tindakan penegakan hukum Kamboja baru-baru ini mengakibatkan banyak sindikat penipuan daring memecat para pekerjanya," kata Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial.

Dari tanggal 1 hingga 18 Januari, 440 warga Indonesia datang ke KBRI di Phnom Penh setelah mereka dibebaskan oleh sindikat penipuan daring dengan banyak di antaranya ingin kembali ke tanah air, menurut sebuah unggahan di Instagram.

"Karena penindakan keras Kamboja akan terus berlanjut, kedutaan memperkirakan akan ada lebih banyak lagi yang masuk dari provinsi-provinsi. Beberapa orang yang datang ke kedutaan terlibat dalam penipuan online selama bertahun-tahun dengan beberapa baru tiba di Kamboja beberapa bulan yang lalu," kata Dubes Santo seraya mengatakan bahwa pihak kedutaan akan mempercepat repatriasi tetapi semua WNI diarahkan untuk kembali ke tanah air secara mandiri, dan memperingatkan agar tidak terlibat dalam aktivitas kriminal di luar negeri. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.