Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyebaran Bibit Nyamuk Wolbachia di Kembangan Berhasil Dituntaskan

📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 12:12 WIB | Oleh:
Penyebaran Bibit Nyamuk Wolbachia di Kembangan Berhasil Dituntaskan Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Arsip foto - Petugas menunjukkan jentik nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia sebelum dimasukkan ke dalam ember di Kembangan.

JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat berhasil menuntaskan penyebaran bibit nyamuk aedes aegypti yang mengandung wolbachia untuk wilayah Kecamatan Kembangan.

Penempatan sebanyak 811 ember bibit wolbachia di 11 lingkungan RW wilayah Meruya Selatan pada Jumat (9/5) merupakan akhir kegiatan penyebaran di Kecamatan Kembangan.

"Kelurahan Meruya Selatan menjadi wilayah terakhir di Kecamatan Kembangan yang menjadi tempat penyebaran wolbachia," ujar Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan, Rosvita Nur Aini saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (10/5).

Penyebaran, kata Rosvitas, melibatkan kelurahan, perwakilan Kementerian Kesehatan, dan tim dari Universitas Gadjah dengan menempatkan sejumlah ember nyamuk aedes aegypti berwolbachia di rumah orang tua asuh (OTA) yang ditunjuk.

Rosvita melanjutkan, implementasi wolbachia dilakukan di 11 lingkungan RW Kelurahan Meruya Selatan dengan realisasi 811 OTA dari target 847 OTA. Mereka diminta untuk memantau perkembangannya selama dua minggu.

"OTA bersama kader juru pemantau jentik (jumantik), petugas prasarana dan sarana umum (PPSU), serta surveilans puskesmas memantau dan menggantikan telur nyamuk ber-wolbachia setiap 14 hari atau 2 minggu," kata dia.

Lebih lanjut, Rosvita Nur Aini, setiap ember nyamuk berwolbachia berisi sekitar 200-600 telur nyamuk yang menempel pada kain panel dan pakan pelet.

"Ember ini digunakan sebagai bagian dari program pengendalian penyakit demam berdarah dengan cara mengembangbiakkan nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia," ungkap dia.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan Universitas Bidang Penelitian dan Pengembangan Fakultas Kedokteran - Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Lina Choridah mengatakan penyakit demam berdarah menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Ia pun mengakui bahwa program ini cukup panjang. Seperti boneka kawaguchi (boneka katun asal Jepang), yang harus dirawat, ditengok, dan diberi makan setiap hari. Wolbachia juga perlu dirawat dan ditengok selama kurun 6-8 bulan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.